Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,47% di Q3 2026, Lebih Melesat dari 2025

Kamis, 05 November 2026 | 12:01 WIB
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edhy Mahmud dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Kamis (5/11/2026). [Screenshot YouTube BPS]
BACA 10 DETIK
  • Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan.
  • Deputi Moh. Edhy Mahmud menyatakan Produk Domestik Bruto berlaku mencapai Rp6.741 triliun dalam konferensi pers pada Kamis, 5 November 2026.
  • Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar ekonomi nasional dengan memberikan kontribusi sebesar 1,20 persen dari total pertumbuhan.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama triwulan III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Capaian ini melesat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana ekonomi pada triwulan III 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edhy Mahmud menyatakan pertumbuhan ini tecermin dari besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp6.741 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun pada kuartal ketiga tahun ini.

"Secara kumulatif, ekonomi Indonesia hingga triwulan III tahun 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen," kata Edhy dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Kamis (5/11/2026).

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya atau secara quarter-to-quarter (qtq), ekonomi nasional tumbuh sebesar 1,59 persen. 

Pola pertumbuhan secara kuartalan ini dinilai BPS masih sejalan dengan tren musiman di tahun-tahun sebelumnya, di mana laju kuartal ketiga secara alamiah lebih landai dibandingkan pertumbuhan pada kuartal kedua.

Secara sektor, industri pengolahan (manufaktur) masih menjadi penyumbang terbesar laju perekonomian nasional. Dari total pertumbuhan 5,47 persen, industri pengolahan memberikan kontribusi 1,20 persen. 

Sektor ini didorong kuat oleh menggeliatnya permintaan domestik maupun lonjakan permintaan ekspor luar negeri.

Selain manufaktur, dorongan mesin ekonomi dari sisi produksi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan andil pertumbuhan 0,94 persen, disusul oleh sektor konstruksi (0,62 persen), serta informasi dan komunikasi atau Infokom (0,49 persen).

Secara akumulatif, sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan menguasai sekitar 65,31 persen dari total struktur PDB nasional sepanjang triwulan III-2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com