Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB
Ilustrasi kredit Gen Z yang bisa pengaruhi pengajuan pinjaman hingga karier. [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Survei SNLIK 2026 mencatat indeks literasi keuangan Gen Z usia 18 hingga 25 tahun mencapai 73,32 persen.
  • Direktur Utama Cermati Fung Fuk Lestario menyatakan rekam jejak kredit penting untuk rekrutmen kerja dan pengajuan pembiayaan.
  • Pemeriksaan laporan kredit secara berkala melalui platform resmi membantu masyarakat mendeteksi penyalahgunaan data pribadi dan kesalahan pencatatan.

Selain itu, pengecekan laporan kredit secara berkala dapat membantu masyarakat mengetahui apabila terdapat penyalahgunaan data pribadi untuk pengajuan pinjaman tanpa izin.

Ilustrasi mengatur keuangan. (Unsplash)

"Pemeriksaan rutin juga memungkinkan seseorang menemukan kesalahan pencatatan maupun tagihan yang terlewat sebelum berkembang menjadi persoalan keuangan yang lebih besar," bebernya.

Dia mengimbau, masyarakat untuk mulai memeriksa laporan kredit secara berkala melalui platform mitra Biro Kredit resmi yang diawasi OJK, memahami status kolektibilitas, serta membayar kewajiban tepat waktu.

Dalam klasifikasi kolektibilitas, Kol 1 dan Kol 2 masih berada dalam kategori yang dianggap wajar, sedangkan Kol 3 ke atas menunjukkan kredit bermasalah.

Untuk membantu masyarakat mengenali kondisi rekam jejak finansialnya, Cermati menyediakan akses laporan kredit gratis untuk pertama kali melalui aplikasinya.

Fung menegaskan pentingnya menjaga laporan kredit sejak seseorang mulai mengenal layanan pembiayaan.

"Laporan kredit itu seperti rapor finansial. Semakin dini kita merawatnya, semakin lebar pintu yang terbuka, dari pekerjaan impian sampai rumah pertama. Justru, makin cepat kita paham kondisi finansial sendiri, makin siap juga kita mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak," tutup Fung.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com