/
Senin, 19 Desember 2022 | 20:51 WIB
Presiden Jokowi (Suara.com)

Peneliti utama BRIN, Siti Zuhro singgung soal ujaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggapnya sebagaib kode dukungan untuk calon presiden (Capres) di pemilu 2024

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengirim sinyal dukungan kepada capres di Pilpres 2024. Sosok rambut putih yang dianggap Jokowi sebagai capres untuk Pilpres 2024. 

Menurut Siti Zuhro dalam diskusi Publik Ngopi dari Seberang Istanah: Merangkum 2022, Menyambut 2023, untuk saat Jokowi sudah dua periode. 

Artinya lebih baik Presiden Jokowi berniat untuk husnus khotimah di akhir masa kepemimpinannya. Jokowi kata Zuhro lebih baik menyiapkan agar pemilu 2024 berjalan sukses. 

"Menurut saya, Pak Jokowi ini sudah dua periode, berniatlah husnul khotimah. Tupoksi dia adalah bagaimana menyiapkan agar pemilu 2024 itu sukses jadi bukan merekrut calon presiden, bukan," ucap Siti Zuhro mengutip dari Wartaekonomi (Jaringan Suara.com)

Zuhro menegaskan bahwa saat ini Presiden Jokowi masih memiliki peran sentral sebagai kepala negara. Ia tak ingin hal itu malah membuat isu-isu liar jelang Pemilu 2024. 

"Jadi tugasnya itu, berarti bagaimana agar mensukseskan dan menjaga agar lembaga-lembaga tinggi Negara tadi itu MPR DPR DPD engga celamitan, pincang sendiri, rendah sendiri, mereka lupa bahwa apa yang disampaikan kepada public itu membuat keresahan baru, ketidakpastian," jelasnya. 

Lebih lanjut, Zuhro menyarankan Presiden Jokowi agar bisa mencontoh Presiden RI-3, BJ Habibie yang tetap bertanggung jawab di akhir masa jabatan mempersiapkan kelancaran pemilu meski dalam situasi dibenci. 

"Seperti Pak Habibie waktu itu, tahun 1999 dia tahu dia tidak dipercaya DPR, ya sudah tapi dia lakukan Pemilu 1999 itu dengan penuh tanggung jawab. Nah saya kira Pak Jokowi harus melakukan hal yang sama supaya tidak terus-menerus terjadi kegaduhan," ungkapnya.  

Baca Juga: 'Kamu yang Sabar Hadapi Kaesang, Bapak Susah Nahan Sabar' Pesan Jokowi kepada Erina, Netizen: Ngakak Brutal!

Load More