- Kolaborasi bertujuan menghubungkan laporan yang masuk ke YLKI dengan pusat pengaduan Kemensos agar penanganan lebih cepat dan terkoordinasi.
- YLKI mendukung penuh prinsip bantuan sosial tepat sasaran.
- Hingga kini YLKI menerima sekitar 36–40 aduan terkait penonaktifan BPJS PBI-JK.
Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat terkait penonaktifan peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat mekanisme pengaduan publik.
"Ke depan, kami tentu ingin bekerja sama, kami ingin mendapatkan masukan-masukan, dan saya harapkan YLKI juga menjadi salah satu tempat untuk menampung pengaduan dari berbagai masyarakat tentang layanan PBI maupun juga tentang bansos secara umum yang disalurkan melalui Kementerian Sosial," kata Gus Ipul usai pertemuan bersama jajaran YLKI di Kantor YLKI, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, (13/2/2026).
Ia menuturkan, ke depan laporan masyarakat yang masuk melalui YLKI diharapkan dapat terhubung langsung dengan pusat pengaduan Kemensos, sehingga proses tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Tak hanya fokus pada penyelesaian aduan, Kemensos juga mengajak YLKI berperan dalam proses pemutakhiran data agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.
Menurut Gus Ipul, kedua lembaga sama-sama mengemban misi perlindungan Kemensos dalam hal jaminan dan perlindungan sosial, sementara YLKI dalam perlindungan konsumen.
"Sama-sama mengawal isu perlindungan, karena kami juga salah satu mandatnya dari Presiden itu adalah memberikan perlindungan dan jaminan sosial, jadi untuk itu saya bergembira sekali hari ini bisa berdiskusi dengan baik," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana menyambut positif ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan YLKI mendukung penuh prinsip bantuan sosial yang tepat sasaran.
Niti mengungkapkan, hingga saat ini YLKI telah menerima sekitar 36 hingga 40 laporan terkait penonaktifan BPJS PBI-JK. Namun, setiap laporan tetap memerlukan proses verifikasi lapangan (ground checking) sebelum ditindaklanjuti lebih lanjut.
"Sampai detik ini kami telah menerima sekitar 36 atau sekitar sampai 40 pelaporan terkait dengan penonaktifan BPJS tersebut yang PBI. Tapi memang pelaporan tersebut tidak bisa kita tindak lanjuti secara mentah-mentah karena memang perlu adanya tadi ya Pak, groundchecking," urainya.
Baca Juga: Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
Ia juga menekankan pentingnya hak konsumen atas informasi yang jelas dan transparan. Menurutnya, setiap prosedur kebijakan semestinya disertai masa transisi dan masa sanggah agar masyarakat memiliki kesempatan memahami perubahan serta mempermudah proses reaktivasi kepesertaan.
Menutup pertemuan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas masukan dan kritik yang diberikan. Ia menegaskan Kemensos terus berbenah guna menghadirkan data yang akurat dan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.***
Berita Terkait
-
Pernyataan Wali Kota Denpasar Dinilai Keliru dan Menimbulkan Salah Tafsir
-
Kunjungi Borobudur, Wamensos Agus Ajak Warga Lebih Mandiri Lewat Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok
-
Wamensos Agus Jabo Tinjau Pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu di Magelang
-
Temui Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Data Tunggal Akurat demi Bansos Tepat Sasaran
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?