Suara.com - Jelang ditutupnya bursa transfer musim ini, Manchester United terus menggeber pembelian pemain menyusul hasil kurang memuaskan yang diperoleh Setan Merah dalam dua pekan terakhir. Setelah Luke Shaw dan Ander Herrera, dua pemain lain kini telah dipastikan merapat ke Old Trafford.
Mereka adalah Marcos Rojo dan Angel Di Maria. Kedua punggawa timnas Argentina diboyong ke Manchester menyusul penampilan gemilang keduanya di ajang Piala Dunia Juni-Juli lalu.
Rojo dan Di Maria bukanlah pemain Argentina pertama yang dibeli United. Sebelumnya, di masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson, MU pernah diperkuat oleh dua punggawa Albiceleste lainnya, Juan Sebastian Veron dan Gabriel Heinze.
Berseragam United di awal millenium, baik Veron ataupun Heinze pernah mencicipi kesuksesan. Paling tidak, keduanya pernah mencicipi manisnya gelar Liga Premier.
Kesuksesan Veron dan Heinze tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Rojo dan Di Maria yang mengikuti jejak kedua seniornya bergabung di Old Trafford. Akan tetapi, MU di masa lalu dan masa kini berbeda.
Di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson, MU adalah tim papan atas yang tidak pernah absen dari Liga Champions. Selepas kepergian Ferguson, musim lalu MU gagal di bawah asuhan David Moyes. Dan kini, di bawah kepemimpinan van Gaal, MU belum juga bangkit.
Meraih kemenangan di enam laga uji coba, MU mengalami kegagalan di awal musim ini. Di laga perdana Liga Premier MU secara mengejutkan ditumbangkan Swansea City, kemudian ditahan imbang Sunderland 1-1. Dan yang paling anyar, MU baru saja dipermalukan klub divisi tiga dengan empat gol tanpa balas.
Jadi, akankah kedatangan Rojo dan Di Maria bisa membawa perubahan signifikan di Old Trafford dan mengantar MU meraih gelar Liga Premier seperti Veron dan Heinze?
1. Juan Sebastian Veron - Gelandang (2001-2003)
Veron merapat ke Old Trafford pada tahun 2001 dari Lazio. Dua musim berseragam Setan Merah, Veron tampil sebanyak 51 kali di Liga Premier dengan menyumbang tujuh gol.
Di musim terakhirnya bersama United, Veron turut mengantar MU meraih gelar Liga Premier di musim 2002/03. Namun, ketidakcocokannya dengan Ferguson membuatnya hengkang ke Chelsea.
2. Gabriel Ivan Heinze - Bek (2004-2007)
Heinze dibeli United dari PSG pada Juni 2004 dengan nilai 6,9 juta Poundsterling. Tiga musim berseragam United, Heinze tampil 52 kali di Liga Premier dengan menyumbang satu gol.
Bersama United, Heinze mencicipi dua gelar. Yaitu gelar Piala Liga di musim 2005/06 dan Liga Premier 2006/07.
3. Marcos Rojo - Bek (2014...)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jacksen F Tiago Pilih 34 Talenta Terbaik MLSC 2026, Siap Wakili Indonesia di SingaCup 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia
-
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam