Suara.com - Turnamen Piala Kemerdekaan 2015 yang digagas Tim Transisi bentukan Kemenpora menunggu peran klub Indonesia Super League karena hingga saat ini baru klub dari Divisi Utama yang sudah memastikan diri berperan.
"Kami masih menunggu tidak lanjut dari klub ISL. Ada beberapa klub yang mau berpartisipasi. Saat ini komunikasi terus berjalan," kata anggota Pokja Komunikasi Tim Transisi Cheppy T Wartono di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, saat ini ada empat klub ISL yang masih dalam penjajakan. Dengan demikian, jumlah klub peserta Piala Kemerdekaan 2015 dipastikan akan bertambah. Saat ini sudah ada 20 klub setelah Persifa Fak-Fak menyatakan diri bergabung dengan klub yang lain.
Dari 20 klub yang telah ada terbagi atas tiga grup. Martapura FC dan Persifa Fak-Fak yang masuk belakangan langsung mendapatkan tempat. Martapura FC masuk ke grup A yang rencana pertandingannya digelar di Medan, Sumatra Utara.
Sedangkan Persifa Fak-Fak akan bergabung dengan Grup C yang semuanya diikuti oleh klub asal Jawa Timur. Hanya saja untuk lokasi pertandingan masing diperebutkan oleh Persepam MU, Madiun Putra hingga Persatu Tuban.
"Jika klub ISL ada yang masuk, maka ada peluang untuk ditambah jumlah grupnya. Yang jelas, kami masih menunggu perkembangan. Selasa atau Rabu depan," kata Cheppy menambahkan.
Meski ada rencana klub ISL akan bergabung, Tim Transisi belum membuka identitas klub yang berasal dari kasta tertinggi kompetisi di Indonesia itu.
Jika ada empat grup dipastikan akan mudah untuk menentukan jumlah klub yang akan masuk babak kedua yaitu juara grup dan runner up. Sedangkan tidak ada tambahan maka akan menggunakan sistem juara grup dan runner up ditambah dua peringkat tiga terbaik.
Piala Kemerdekaan yang digagas Tim Transisi ini terbilang mempunyai daya tarik yang kuat karena setiap tim mendapatkan Macht fee sebenar Rp50 juta untuk sekali pertandingan. Bahkan Macht fee akan bertambahkan jika lolos ke babak berikutnya.
Selain itu pihak panitia juga memberikan fasilitas kepada 22 pemain dan enam official. Meski menanggung beban pembiayaan, Tim Transisi mengaku tidak akan menggunakan dana APBN. Namun dana berasal dari beberapa sponsor meski saat ini belum diumumkan.
"Sponsor dan televisi mana yang akan menyiapkan pertandingan ini akan kami umumkan berikutnya. Yang jelas semuanya masih dipersiapkan," kata anggota Tim Transisi lainnya, Tommy Kurniawan.
Meski akan segera digelar, Tim Transisi hingga saat ini belum menetapkan event organizer yang akan menyelenggarakan turnamen dengan hadiah utama sebesar Rp500 juta itu. (Antara)
Berita Terkait
-
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Targetkan Industri Olahraga Indonesia Naik Kelas
-
Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta
-
Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen
-
Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan
-
Terungkap, Peneror Bom SDN Srengseng Ternyata Pengangguran yang Pusing Dikejar DC Pinjol
-
Bukan Baterai Inilah Biang Kerok Kerusakan Mobil Listrik yang Paling Menguras Isi Dompet