Suara.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia menolak keterlibatan Badan Olahraga Profesional Indonesia dalam menggulirkan kompetisi sepak bola profesional karena keberadaan BOPI dinilai memperpanjang rantai birokrasi.
"BOPI itu malah memperpanjang rantai birokrasi yang justru berakibat berhentinya kompetisi ISL," kata Direktur Hukum PSSI Aristo Pangaribuan seperti dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Rabu.
Menurut Aristo, posisi BOPI dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) tidak diperlukan di PSSI.
Padahal, sebelum ini BOPI sudah mengambil alih fungsi-fungsi instansi lembaga hukum, salah satunya kantor pajak sehingga BOPI dianggap telah memutuskan sesuatu tanpa melalui prosedur yang sewajarnya.
"Semua kegiatan sepak bola baik turnamen maupun kompetisi atas perintah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, sudah sangat jelas bahwa itu harus dilakukan oleh induk cabang olahraga dalam hal ini PSSI," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, untuk kompetisi ISL 2015/2016 PSSI tidak akan melibatkan BOPI dalam proses izin untuk menggulirkan kompetisi sepak bola profesional.
"Selama ini BOPI selalu mengatasnamakan mewakili pemerintah, padahal tidak memiliki dasar verifikasi," ujarnya.
Sependapat dengan Aristo, juru bicara PSSI Tommy Welly menjelaskan bahwa sejumlah pasal dalam UU SKN tidak ada yang mengharuskan PSSI melibatkan BOPI dalam menggelar kompetisi.
Dia mengatakan BOPI tidak diperlukan selama ada induk cabang olahraga.
Bahkan ia menyebut keberadaan BOPI dapat memberi peluang terjadinya "break away league" atau liga yang diharamkan di seluruh dunia karena diselenggarakan luar federasi.
BOPI pernah mendukung penyelenggaraan Liga Primer Indonesia (LPI) 2010 tanpa rekomendasi PSSI.
Hal serupa berulang pada 2012 ketika ISL digulirkan oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) tanpa rekomendasi PSSI.
Pada Senin (3/8/2015), Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Pandjaitan mengatakan PSSI akan menggulirkan ISL pada minggu ketiga Oktober 2015.
Selain kompetisi ISL, rapat Komite Eksekutif PSSI juga memutuskan pelaksanaan beberapa turnamen lain, yaitu Kompetisi Divisi Utama yang akan dimulai minggu kedua November 2015, Kompetisi Liga Nusantara dimulai November 2015 atau Januari 2016, dan Kompetisi Kelompok Umur dimulai Februari 2016.
"Kami juga akan menjalankan Piala Proklamasi pada 15 Agustus 2015 antara Arema Malang dengan Persib Bandung yang lokasinya kemungkinan besar di Bandung," kata Hinca.
Berita Terkait
-
Gelombang Pemakzulan Makin Kencang, PSSI: Kami Bersama Gianni Infantino!
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI
-
Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026
-
Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026
-
Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program
-
Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati