Suara.com - Tim Mitra Kukar menargetkan kemenangan saat menjamu tim PSM Makassar pada putaran pertama babak delapan besar Piala Presiden 2015. Tim berjuluk "Naga Mekes" bertekad mengamankan tiga poin di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kukar, Sabtu (19/9/2015).
Pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra mengakui bahwa kondisi sejumlah pemain intinya seperti Eka Rhamdani, Airlangga Sucipta, Michael Orah dan Fajar Handika masih belum fit seratus persen akibat cidera.
Namun, mantan pelatih Semen Padang itu tetap optimistis anak asuhnya akan bisa meredam kekuatan tim asal Sulawesi Selatan tersebut, saat tampil di hadapan publik Tenggarong.
Apalagi lanjut Jafri tim berjuluk "Naga Mekes" tersebut punya kecenderungan positif saat berhadapan dengan tim "Juku Eja" julukan tim PSM, dari empat pertemuan terakhir tim Mitra Kukar selalu memenangi pertandingan.
"Menang merupakan harga mati bagi tim kami, sebab saat ini kami bermain di kandang sendiri, tentunya kami punya tekad besar untuk mengamankan tiga poin, supaya pertandingan leg-kedua di Makassar, tugas kami tidak terlalu berat," kata Jafri Sastra.
Disinggung kemungkinan absennya empat pemain inti di Mitra Kukar, seperti Eka Rhamdani, Airlangga Sucipto, Michael Orah dan Fajar Handika, menurut Jafri bahwa pihaknya sudah menyiapkan pemain pengganti, bila mereka benar-benar tidak bisa diturunkan.
Dengan kekuatan 25 pemain di Piala Presiden ini, Ia optimistis bisa merubah taktik dan strategi dengan adanya beberapa pemain yang mengalami cidera. "Kami akan melihat dulu perkembangan terakhir, kalau memang kondisinya tidak memungkinkan, kami sudah menyiapkan pemain pengganti," jelasnya.
Jafri mengakui PSM Makassar bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata, apalagi mereka bisa membuktikan sebagai juara grup D, di babak penyisihan Piala Presiden.
Tentunya, lanjut Jafrie selain tekad dan motivasi para pemain harus ada strategi khusus agar bisa memuluskan target poin tiga di kandang tidak lepas di tangan.
"Kami berharap bisa mencuri gol duluan, supaya motivasi pemain tambah naik, untuk mengamankan hasil kemenangan," tukasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Jejak Rita Widyasari: Dari Jersey Mitra Kukar Jadi Rompi Koruptor
-
Kisah Tragis Mitra Kukar, Dulu Jadi Tim Kaya Raya Kini Putuskan Bubar dan Tak Ikuti Liga 3 2023
-
Teranyar Stefano Beltrame, Ini 5 Eks Juventus yang Berkarier di Liga Indonesia
-
Kisah Mualaf Pesepak Bola Argentina, Sempat Mondok di Pesantren Kalimantan
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
5 Lip Cream Lokal Harga di Bawah Rp50 Ribu Terbaik, Tahan Lama Sesuai Review Pengguna
-
Shin Tae-yong Tak Sangka Persija Finis Peringkat 3 Piala Presiden 2026, Kenapa?
-
Bitcoin Hingga XRP Anjlok Massal, Indeks CFX10 Merosot 1%
-
Tragedi Kebakaran di Sukabumi, Tewaskan 3 Bocah Bersaudara
-
Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
-
5 Rekomendasi Drakor Investigasi Beragam Profesi dengan Kasus yang Seru
-
Maba UI Lempar Pertanyaan Menohok ke Bima Arya: Pilih Pendidikan atau Makan Bergizi Gratis?
-
Sopir Angkot M44 Protes Rute Tumpang Tindih, Dishub DKI Siapkan Evaluasi Mikrotrans 48A
-
Anak Imigran Afrika-Maroko Jebol Perbatasan Ceuta Spanyol Terancam Pelecehan dan Kekerasan
-
Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media