Suara.com - Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugroho menyatakan ketua umum Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI dari latar belakang militer adalah demi membentuk pondasi yang kuat dalam persepakbolaan Indonesia.
"Keterlibatan calon ketua umum PSSI dari latar belakang militer (Edy Rahmayadi dan Moeldoko), diperlukan bukan hanya untuk memberikan ketegasan, tetapi juga agar ada perubahan dan perbaikan organisasi di PSSI khususnya pondasi bagi kemajuan sepak bola Indonesia," kata Heru di Jakarta, Selasa.
Seperti diketahui, seusai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar 3 Agustus 2016 lalu, sejumlah bakal calon ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh (PSSI) mulai bermunculan dan ada dua nama calon yang kuat yaitu Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang diinisiasi Kelompok 85 dengan beranggotakan lebih dari 90 pemilik suara sah di PSSI.
Sedangkan calon lainnya, yaitu Jenderal Purnawirawan Moeldoko yang merupakan mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Akan tetapi, meskipun mendukung, Heru mengatakan jika nantinya di antara dua calon militer tersebut terpilih, BOPI tidak menghendaki kepemimpinannya terlalu lama.
Menurut Heru, kepemimpinan militer di PSSI idealnya hanya memakan waktu satu atau dua tahun. Karena tugas utama kepemimpinan baru di federasi nasional mendatang, hanya untuk memperbaiki dan menyusun sistem sepak bola yang lebih baik.
"Paling satu atau dua tahun saja. Selanjutnya bisa dikembalikan ke sipil," tutur Heru.
PSSI memang dikabarkan sudah mulai membuka pendaftaran calon ketua umum PSSI sejak pelaksanaan KLB-nya pada Rabu (3/8) lalu, namun persoalan teknis pencalonan tersebut belum rampung. Sementara, pemilihan ketua umum sendiri baru akan terlaksana pada 17 Oktober mendatang.
Sementara, beberapa nama calon yang mencuat antara lain Pangkostrad Edy Rahmayadi, Jenderal TNI Moeldoko, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono dan Dirut PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Sugita.
Sebagai informasi, keterlibatan militer dalam badan induk keolahragaan nasional memang tidak asing termasuk PSSI yang dalam sejarahnya kerap melibatkan sejumlah purnawirawan untuk memimpin federasi nasional itu, di antaranya Ali Sadikin yang memimpin PSSI dengan modal bintang tiga di pundak.
Ada juga Purnawirawan Angkatan Udara, Letjen (Purnawirawan) Kardono yang memimpin PSSI rentang periode 1983-1991 yang tercatat pernah membawa Timnas Indonesia meraih medali emas di SEA Games 1987 dan 1991. Kepemimpinan Kardono di PSSI dilanjutkan oleh Letjen (Purnawirawan) Azwar Anas.
Di era reformasi, Jenderal (Purnawirawan) Agum Gumelar juga pernah memimpin PSSI rentang periode 1999 sampai 2003. Agum juga sempat menjadi Ketua Normalisasi PSSI ketika kericuhan akibat dualisme kepengurusan di federasi nasional tersebut pada 2011. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan