Suara.com - Sebanyak 2.226 personel gabungan dari TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (22/7/2017).
"Total kekuatan personel 2.226, Terdiri dari Polrestabes Bandung, Polda Jabar, TNI, dan instansi terkait," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo usai melaksanakan rapat koordinasi pengamanan di Mapolda Jabar, Kamis (20/7/2017).
Menurutnya, ribuan personel tersebut terdiri dari 130 personel TNI, 826 Polda Jabar, 956 Polrestabes Bandung, dan 365 instansi terkait. Seluruhnya akan di tempatkan di titik-titik vital seperti dalam area stadion hingga jalur yang akan dilalui penonton.
"Di dalam stadion, pintu masuk, sampai jalur kami amankan," kata dia.
Ia juga mengimbau pendukung Persija, The Jakmania untuk tidak datang ke Bandung guna menghindari gesekan di antara pendukung dua kesebelasan.
"Sesuai instruksi Kapolda Jabar bahwa memang (Jak Mania) untuk tidak datang ke Bandung karena khawatir ada pergesekan," kata dia.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pola pengamanan akan menerapkan empat ring.
Untuk ring pertama meliputi area dalam pertandingan, ring dua tribun penonton, ring tiga diseputaran stadion GBLA dan ring empat yakni luar stadion jalur-jalur para suporter ke stadion.
"Pola pengamanan empat ring dilakukan untuk memberikan rasa aman baik sebelum dan sesudah pertandingan," ungkapnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Kata-kata Mike van der Hoorn yang Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Launching Agustus 2026, Ini Bocoran Desain Jersey Persija Buatan Adidas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey