Suara.com - Petisi yang menuntut hukuman bagi kapten Real Madrid Sergio Ramos semakin banyak mendapat dukungan. Saat ini, tanda tangan yang menyatakan mendukung petisi yang diunggah di laman Change.org- situs petisi online populer- sudah menyentuh angka 500.000.
Seperti diketahui, Salah gagal bermain di 90 menit pertandingan final Liga Champions yang berlangsung di Kiev, Ukraina, Minggu (27/5/2018), antara Real Madrid vs Liverpool. Salah mengalami cedera setelah dijatuhkan Ramos di menit 26.
Dalam rekaman terlihat kapten Real Madrid itu mengapit tangan kanan Salah ketika terjatuh. Akibatnya, tubuh Salah gagal berguling dan bahu pemain 25 tahun itu menghantam tanah dengan keras.
Sempat mendapat perawatan dari tim medis, Salah mencoba untuk melanjutkan pertandingan. Akan tetapi di menit 30, Salah yang menahan sakit hingga menitikkan air mata tidak lagi bisa melanjutkan pertandingan.
Cedera tersebut tak hanya memaksa Salah gagal menyelesaikan pertandingan yang menjadi salah satu faktor kekalahan Liverpool. Akan tetapi juga mengancam peran sang pemain bintang untuk tampil di Piala Dunia 2018 yang akan bergulir pertengahan Juni mendatang.
"Sergio Ramos memberi contoh buruk bagi generasi muda sepak bola. Ketimbang memenangkan duel secara adil, dia lebih memilih trik yang tidak mencerminkan semangat sepak bola dan fair play," petikan petisi yang terdapat di laman Change.org.
"UEFA dan FIFA harus mengambil tindakan terhadap Ramos dan pemain lain yang berbuat serupa. Gunakan rekaman pertandingan untuk menjaga semangat dan sportivitas."
Petisi tersebut diharapkan mendapat dukungan satu juta tanda tangan. Petisi yang juga dibuat untuk mengkritisi Ramos itu nantinya akan diserahkan ke UEFA dan FIFA.
Baca Juga: Keributan Rudiger - Kimmich Ganggu Persiapan Jerman Menuju Rusia
Selain petisi di atas, seorang pengacara asal Mesir bernama Bassem Wahba melayangkan gugatan hukum sebesar 1 miliar euro atau lebih dari Rp 16 triliun terhadap bek Real Madrid tersebut.
"Ramos secara sengaja mencederai Mo Salah dan untuk itu dia harus dihukum. Saya sudah melayangkan gugatan hukum dan komplain ke FIFA," kata Wahba seperti dikutip Scoresway, Senin (28/5/2018).
"Saya menuntut kompensasi yang mencapai satu miliar euro, atas tindakkan Ramos yang berdampak pada fisik dan psikologis Salah dan warga Mesir."
Pertandingan final Liga Champions itu sendiri berakhir dengan kemenangan Real Madrid 3-1. Kemenangan tersebut mengukuhkan Madrid sebagai raja kompetisi Eropa dengan gelar ke-13. Sekaligus menjadi catatan emas bagi pelatih Zinedine Zidane yang berhasil memimpin Los Blancos memenangkan tiga trofi Liga Champions tiga musim berturut-turut.
Berita Terkait
-
Kesepakatan Batal, Mohamed Salah Pamit Tinggalkan Liverpool Akhir Musim
-
1700 Hari Nganggur, Zinedine Zidane Sepakat Latih Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot
-
Ucap Selamat Lebaran 2026, Postingan Cristiano Ronaldo Tembus 6 Juta View dalam 2 Jam
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Pesepak Bola Ditembak Mati di Pinggir Jalan: Posisi Penyerang, Usia 20 Tahun
-
Persiapan Mepet Jelang FIFA Series, John Herdman Putar Otak Poles Kilat Timnas Indonesia
-
Intip Fasilitas Hotel Sederhana yang Jadi Markas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Layvin Kurzawa Berambisi Sapu Bersih 9 Sisa Laga BRI Super League
-
Gennaro Gattuso Targetkan Italia Menangi Dua Laga Play-off Piala Dunia Lawan Irlandia Utara
-
Lolos ke Piala Dunia 2026, Moises Caicedo Minta Ekuador Tidak Cepat Puas
-
Main di Klub Arab Saudi, Roger Ibanez Bersyukur Kembali Dapat Panggilan Timnas Brasil
-
Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko Mundur dari Tim Nasional
-
Lama Absen, Riccardo Calafiori Bertekad Bawa Italia Kembali Tampil di Piala Dunia
-
Luis Garcia Plaza Jadi Pelatih Baru Sevilla, Misi Selamatkan dari Degradasi