Suara.com - Klub Vietnam, Becamex Binh Duong berhasil menahan imbang tuan rumah Persija Jakarta pada laga matchday perdana Grup G Piala AFC 2019 dengan skor 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2019) petang WIB. Pelatih Becamex Binh Duong mengakui jika pasukannya bermain lepas tanpa tekanan.
Sejatinya, Macan Kemayoran -julukan Persija- mendominasi jalannya pertandingan, dengan unggul penguasaan bola mencapai 65 persen. Sayang, serangan-serangan yang dibangun Silvio Escobar dan kawan-kawan selalu gagal berbuah gol.
Pelatih Becamex Binh Duong, Tran Minh Chien mengakui jika timnya sempat kesulitan. Namun, di babak kedua, wakil Vietnam itu bisa mengatasi serangan-serangan pasukan Persija.
"Kedua tim bermain bagus. Kedua tim sama-sama cari kemenangan di laga ini," buka Tran Minh Chien dalam jumpa pers setelah pertandingan.
"Di awal pertandingan kami sempat kesulitan. Tapi di babak kedua, kami mulai bermain lepas," ia menambahkan.
Sementara itu, penggawa Binh Duong, Nguyen Thanh Long mengaku sangat menikmati pertandingan ini. Ia dan rekan-rekannya mampu bermain lepas meski ditekan oleh Persija besutan Ivan Kolev.
"Laga yang sangat bagus. Pemain bisa menikmati permainan dan kami bisa menghadapi tekanan dari Persija Jakarta," ujar Thanh Long.
Pada laga Grup G Piala AFC 2019 selanjutnya, Persija akan dijamu oleh wakil Myanmar, Shan United pada 12 Maret mendatang.
Baca Juga: Piala AFC 2019: Persija Jakarta Ditahan Imbang Klub Vietnam di SUGBK
Berita Terkait
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Launching Agustus 2026, Ini Bocoran Desain Jersey Persija Buatan Adidas
-
Persija Jakarta Dikaitkan dengan Gelandang Jepang dan Eks Kiper Persib
-
Harga Jersey Baru Persija x Adidas Terungkap: Ada 2 Opsi, Versi Player Issue Tembus Rp1 Juta
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey