Suara.com - Nasib kurang beruntung dialami oleh sebagian skuat PSM Makassar lantaran tidak bisa menyumbangkan suaranya di Pemilu 2019 alias Pilpres 2019 hari ini, Rabu (17/4/2019). Hal itu dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan.
Sebagaimana diketahui, PSM melakoni laga tandang matchday keempat Grup H Piala AFC 2019 sore ini melawan wakil Filipina, Kaya FC. Ya, ini bertepatan dengan waktu Pemilu yang berlangsung serentak di Indonesia.
Perlu diketahui, pencoblosan yang disiapkan oleh KBRI di Filipina sendiri berlangsung pada 14 April lalu. Di hari yang sama juga, Rizky Pellu dan kawan-kawan baru tiba di Filipina.
"Tim sudah di Bacolod City (kota di Filipina) sejak 14 April. Namun kami tidak sempat untuk ikut. Di tanggal itu juga pemilihan (yang disiapkan oleh KBRI) di Filipina," ungkap Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Karim saat dihubungi suara.com.
Sulaiman mengatakan, setidaknya ada sekira 15 pemain lokal yang terpaksa tidak ikut berpartisipasi di Pemilu kali ini. Tentu, ada perasaan kecewa yang dialami para pemain tersebut.
"Di sini (PSM) ada sekitar 15 pemain (lokal) yang sebenarnya punya hak suara," beber Sulaiman.
Laga kontra Kaya FC sore ini sendiri merupakan pertemuan kedua tim di Grup H Piala AFC 2019. Sebelumnya, PSM dan Kaya FC bermain imbang 1-1 pada laga matchday ketiga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor pada 2 April lalu.
Berita Terkait
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
-
Igor Tolic Sebut Comeback Dramatis Lawan PSM Sudah DNA Persib
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan