Suara.com - Dia dilahirkan di sebuah daerah kumuh bernama Lanus, yang masih masuk wilayah Buenos Aires, Argentina pada 30 Oktober 1960. Jenius dalam mengolah si kulit bundar, lelaki yang hanya memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter itu pun pernah didaulat sebagai seorang superstar. Lelaki itu adalah Diego Armando Maradona atau yang lebih dikenal dengan nama Maradona 'Si Tangan Tuhan'.
Maradona memiliki segudang bakat luar biasa, khususnya di lapangan hijau. Hanya saja, perjalanan hidup Maradona kerap diwarnai petualangan yang berkaitan dengan narkoba dan seks.
Suatu malam di bulan Januari 1991, Diego Maradona - bintang sepak bola paling terkenal di dunia, yang sedang memperkuat dan membela Napoli di ajang Liga Italia, kedapatan sedang berusaha untuk secara diam-diam memesan dua pekerja seks dari seorang rekan mafia Neapolitan.
Saat itu, Maradona dikenal sebagai sosok yang terisolasi dan demikian lelah karena menerima sanjungan yang tiada henti. Ia terbuai oleh popularitas sebagai pemain sepak bola kondang saat itu.
Akibat popularitasnya itu, ia tidak dapat pergi ke mana pun di Napoli. Ia diburu oleh awak media, lantaran sedang mengalami kecanduan kokain.
Dalam lintas drama pesanan pekerja seks komersial pada pukul 03:40 dini hari itu, tiba-tiba ada penggemar Napoli yang menyapa sang megabintang.
"Momen itu seperti layaknya komedi yang tragis," kata Asif Kapadia, direktur Senna 2010, dalam film dokumenter Amy Winehouse Amy yang memenangkan Oscar.
Film dokumenter HBO yang baru itu mengisahkan sepenggal kehidupan Diego Maradona dengan menayangkan dinamika perjalanan hidup sang legenda selama tujuh tahun berada di Italia selatan, dari 1984-1991.
"Di sini ada gambaran mengenai seorang lelaki yang berusaha melarikan diri dari ketenaran. Ia kehilangan dirinya dalam kecanduan seks, narkoba, alkohol."
Baca Juga: Dapat Remisi Bebas, Maradona dan Napi Lain Sujud Syukur Depan Lapas
"Itulah penggalan kehidupan Diego," katanya.
Jejak kokain
Pada April di tahun yang sama, ditemukan jejak kokain dalam darah Maradona setelah dilakukan tes narkoba. Ia kemudian dilarang bermain sepak bola selama 15 bulan.
Maradona kemudian melarikan diri dari Italia menuju Argentina. Ia ditangkap aparat kepolisian karena kedapatan memiliki kokain. Polisi membawa dan menggelandang Maradona, yang saat itu berjalan sambil menangis.
"Ketika dia tiba di Napoli, dia memiliki mata yang cerah, dan memiliki senyum lebar," kata Kapadia.
"Dia pergi, dan merusak dirinya sendiri," katanya sambil menyatakan itu merupakan momen kejatuhan dari pemain sepak bola yang berbakat pada masa itu.
Berita Terkait
-
Video 5 Gol Free Kick Terbaik Lionel Messi: 71 Gol Lewat Tendangan Bebas
-
Lionel Messi Cetak Sejarah di Piala Dunia, Antonela Roccuzzo: Aku Mencintaimu
-
Puja-puji Scaloni untuk Lionel Messi: Lihat Saja Komitmennya!
-
Catatan Positif dan Negatif Lionel Messi saat Argentina Tundukkan Austria di Piala Dunia 2026
-
Lewati Sederet Legenda, Lionel Messi Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jacksen F Tiago Pilih 34 Talenta Terbaik MLSC 2026, Siap Wakili Indonesia di SingaCup 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia
-
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam