Suara.com - Usai memutuskan pensiun dari dunia sepak bola di akhir musim lalu, Petr Cech kini dilaporkan telah menandatangani kontrak dengan salah satu klub olahraga hoki es asal Inggris. Klub tersebut bernama Guildford Phoenix.
Dalam laporan resmi klub, Cech akan menjadi pemain yang berposisi sebagai goaltender atau netfinder. Tugasnya pun sama seperti kiper di sepak bola, yakni menjaga gawang agar terhindar dari kebobolan.
Kemudian ditanya soal keputusannya, Cech mengaku menjadi atlet hoki es tak terlepas dari hobinya di masa kecil. Kala itu, ia kerap menonton pertandingan hoki es dan memainkannya.
''Setelah 20 tahun di sepakbola profesional, ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya akan memainkan permainan yang saya suka tonton dan mainkan saat masih kecil,'' ungkap Cech, seperti dikutip dari laman resmi klub.
''Saya senang memiliki kesempatan bermain dengan Phoenix untuk mendapatkan pengalaman pertandingan. Saya harap saya dapat membantu tim muda ini untuk mencapai tujuan mereka musim ini dan mencoba memenangi pertandingan sebanyak mungkin,'' tandasnya.
Sebagai informasi, sebelum gabung tim hoki es, Cech telah menghabiskan hampir 20 tahun sebagai pesepak bola profesional. Sebagian besar kariernya dihabiskan untuk membela Chelsea, kurang lebih selama 11 tahun.
Selama berseragam Chelsea pula, Cech berhasil memenangkan beberapa trofi. Di antaranya empat gelar Liga Primer Inggris, empat gelar Piala FA, satu gelar Liga Europa, dan satu gelar Liga Champions.
Kendati telah menjadi legenda Chelsea, Cech justru pensiun di Arsenal. Pemain asal Republik Ceko itu akhirnya memutuskan gantung sarung tangan di usia 36 tahun setelah tiga tahun membela panji The Gunners.
Baca Juga: Salut, Mantan Pemain Arsenal Ini Cetak Rekor Baru di MLS
Berita Terkait
-
Gagal ke Final, Diego Simeone Beberkan Dua Alasan Kekalahan Atletico Madrid dari Arsenal
-
Diwarnai Kontroversi, David Beckham Sebut Atletico Madrid Seharusnya Dapat Penalti Lawan Arsenal
-
Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?