Tak perlu menunggu half-time, Ramdani Lestaluhu dan Heri Susanto dimasukkan untuk menggantikan Joan Tomas serta Rachmad Hidayat.
Skor 3-0 untuk keunggulan tuan rumah sendiri bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, hujan deras mengguyur Stadion PTIK yang disertai petir. Persija yang tertinggal dengan margin tiga gol, terus berusaha untuk memperkecil ketertinggalan.
Begitupun dengan Bhayangkara FC, mereka seakan tidak puas dengan hanya mencetak tiga gol. Serangan tak dikendurkan tim berjuluk The Guardian.
Petaka untuk Persija bertambah pada menit ke-57, di mana Tim Macan Kemayoran harus bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan. Ini setelah bek Ryuji Utomo menerima kartu kuning kedua yang otomatis menjadi kartu merah.
Bermain dengan 10 orang, Persija tetap gencar melancarkan tekanan. Namun, Marko Simic dan kawan-kawan praktis memang kesulitan menembus pertahanan solid Bhayangkara FC.
Aliran bola kini terasa lebih berat karena hujan yang mengguyur Stadion PTIK kian deras. Hingga menit ke-75, belum ada peluang yang benar-benar bersih dari kedua tim.
Kalah jumlah pemain cukup menyulitkan Persija. Hingga menit ke-85, aliran bola Persija selalu putus di lini tengah.
Akhirnya tidak ada tambahan gol di babak kedua ini. Bhayangkara FC memenangi Derby Jakarta ini secara meyakinkan dengan skor 3-0.
Baca Juga: Solskjaer Bisa Didepak jika Manchester United Kalah dari Tottenham
Susunan Pemain
Bhayangkara FC (4-3-3): Wahyu Tri Nugroho; Alsan Sanda, Anderson Salles, Putu Gede, Arif Setiawan; Lee Yu Jun (Reksa Maulana 85'), Hargianto, Adam Alis; TM Ichsan (Nur Iskandar 82'), Herman Dzumafo, Bruno Matos (Dendi Sulisyawan 73').
Pelatih: Paul Munster (Irlandia Utara)
Persija Jakarta (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa; Novri Setiawan, Fachrudin Arianto (Rezaldi Hehanussa 68'), Xandao, Tony Sucipto; Joan Tomas (Heri Susanto 38'), Ryuji Utomo, Rohit Chand; Riko Simanjuntak, Marko Simic, Rachmad Hidayat (Ramdani Lestaluhu 39').
Pelatih: Edson Tavares (Brasil)
Berita Terkait
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Persaingan Juara Super League Kurang Adil? Persija Punya Masalah yang Tak Dimiliki Persib dan Borneo
-
Pengamat Soroti Ironi Persija Jakarta: Klub Ibu Kota, Kesulitan Punya Kandang Tetap
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung Pasca Persib Bungkam Persija 2-1
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dulu Main Tanpa Alas Kaki, Ismael Diaz Kini Targetkan Panama Permalukan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Tanpa Gnabry Jerman Andalkan Lennart Karl: Ekspektasi dan Penyelamat Jerman di Piala Dunia 2026
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Fabio Lefundes Bongkar Kunci Comeback Borneo FC! Pergantian Pemain Jadi Mimpi Buruk Bali United
-
Jadwal Pekan 33 BRI Super League: Kandidat Juara Persib dan Borneo FC Temui Lawan Tangguh
-
Perjalanan Ajaib Fares Ghedjemis Lawan Keraguan Klub Hingga Jadi Pahlawan Timnas Aljazair
-
Jelang Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-17 vs Jepang, Kurnawan: Keajaiban Harus Kita Ciptakan!