Suara.com - Komite Disiplin (Komdis) PSSI menggelar sidang pada Jumat (13/12/2019). Dari hasil sidang yang dirilis kepada media, Senin (16/12/2019) malam ada beberapa putusan yang dikeluarkan.
Klub-klub atau individu yang dianggap melakukan pelanggaran kali ini berasal dari Liga 1. Seperti Kalteng Putra, PSS Sleman, Persib Bandung, Perseru Badak Lampung, PSIS Semarang, hingga Persipura Jayapura.
PSS dan Persib diharuskan membayar denda senilai Rp 300 juta akibat kedua suporter tim masing-masing melakukan pelanggaran. Mereka menyalakan flare yang merupakan pelanggaran berulang dilakukan.
Berikutnya ada Kalteng Putra. Saat menjamu Madura United pada 6 Desember lalu, suporter mereka masuk ke dalam lapangan dan membakar board. Hal hasil Kalteng dihukum tanpa suporter baik home dan away hingga Liga 1 2019 selesai.
Kemudian, Persipura Jayapura. Khusus Mutiara Hitam --julukan Persipura-- sanksi banyak diberi kepada individu karena dianggap melakukan pelanggaran.
Lalu Borneo FC, Perseru Badak Lampung, dan PSIS Semarang juga diharuskan membayar denda. Namun, jumlahnya tidak begitu banyak dari tim-tim lain.
Berikut Hasil Lengkap Sidang Komite Disiplin PSSI, Jumat, 13 Desember 2019:
1. Kalteng Putra
- Nama kompetisi: Liga 1 2019
- Pertandingan: Kalteng Putra vs Madura United FC
- Tanggal kejadian: 6 Desember 2019
- Jenis pelanggaran: Suporter masuk ke dalam lapangan serta membakar aboard
- Hukuman: Suporter dilarang menghadiri partai home dan away sampai akhir musim 2019.
2. PSS Sleman
- Nama kompetisi: Liga 1 2019
- Pertandingan: PSS Sleman vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 7 Desember 2019
- Jenis pelanggaran: Suporter melakukan penyalaan flare di dalam stadion (pengulangan)
- Hukuman: Denda Rp 300 juta
Baca Juga: Gomes Ungkap Salah Satu Penyebab Kalteng Putra Degradasi
3. Persib Bandung
- Nama kompetisi: Liga 1 2019
- Pertandingan: PSS Sleman vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 7 Desember 2019
- Jenis pelanggaran: Suporter melakukan penyalaan flare di dalam stadion (pengulangan)
- Hukuman: Denda Rp 300 juta
4. Panitia Pelaksana Pertandingan Perseru Badak Lampung FC
- Nama kompetisi: Liga 1 2019
- Pertandingan: Perseru Badak Lampung FC vs Persija Jakarta
- Tanggal kejadian: 8 Desember 2019
- Jenis Pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap penonton karena jumlah penonton melebihi kapasitas stadion serta terhentinya pertandingan selama 29 (dua puluh sembilan) menit
- Hukuman: Denda Rp 20 juta
5. Panitia Pelaksana Pertandingan PSIS Semarang
-Nama kompetisi: Liga 1 2019
-Pertandingan: PSIS Semarang vs Arema FC
-Tanggal kejadian: 8 Desember 2019
-Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap penonton karena jumlah penonton melebihi kapasitas stadion
-Hukuman: Denda Rp 20 juta
6. Ofisial Persipura Jayapura, Sdr. Arvydas Ridwan
-Nama kompetisi: Liga 1 2019
-Pertandingan: Bali United vs Persipura Jayapura
-Tanggal Kejadian: 8 Desember 2019
-Jenis pelanggaran: Mengucapkan kata-kata yang tidak patut
-Hukuman: Larangan masuk stadion sebanyak empat pertandingan
7. Pelatih Persipura Jayapura, Sdr. Jacksen F. Thiago
-Nama kompetisi: Liga 1 2019
-Pertandingan: Bali United vs Persipura Jayapura
-Tanggal Kejadian: 8 Desember 2019
-Jenis pelanggaran: Berkata tidak patut mengenai wasit saat post match press confrence
-Hukuman: Teguran keras
8. Pemain Persipura Jayapura, Sdr. Samassa Mahamadou
-Nama kompetisi: Liga 1 2019
-Pertandingan: Bali United vs Persipura Jayapura
-Tanggal Kejadian: 8 Desember 2019
-Jenis pelanggaran: Mencekik pemain Bali United
-Hukuman: Larangan bermain sebanyak satu pertandingan
Berita Terkait
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Psywar Federico Barba ke Ratchaburi FC: Sampai Bertemu di Bandung
-
Federico Barba: Persib Bakal Comeback dari Ratchaburi FC!
-
Kalah dari Ratchaburi FC, Umuh Muchtar Nilai Persib Bandung Tidak Beruntung
-
Kurzawa dan Castel Belum Nyetel, Pelatih Persib Minta Bobotoh Bersabar Usai Kekalahan di Thailand
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026