Suara.com - Penyerang asing Persebaya Surabaya, David da Silva, ternyata memiliki hobi nyentrik di balik tubuhnya yang besar dan berotot. Jika pesepak bola lainnya kebanyakan main game sepak bola, ia justru hobi main games PlayerUnknown's Battlegrounds alias PUBG.
David bahkan mengaku sudah keracunan game PUBG sejak dua tahun lalu. Mulanya ia tertarik bermain saat pertama kali berseragam Persebaya karena banyak pemain yang juga suka memainkan game bergenre battle royal tersebut.
''Saya bermain PUBG sejak 2018. Waktu baru awal gabung Persebaya, tahunya dari pemain lain dan ofisial tim yang banyak anak mudanya. Setelah itu ikut main dan bentuk tim,'' ungkap David da Silva, dikutip dari laman resmi klub.
David menambahkan, ia gemar memainkan game PUBG bersama rekan setimnya, seperti Irfan Jaya, Muhammad Hidayat, serta Alwi Slamat. Selain itu, ia juga kerap bermain bersama Bonek yang tergabung dalam satu tim.
''Hampir sepanjang waktu saat libur. Kalau sudah main, saya tidak menyentuh hal lain. Saya fokus menyelesaikan game di masa istirahat tim. Karena saya hanya punya waktu sedikit,'' kata pemain asal Brasil tersebut.
Lebih lanjut, David pun kini kian leluasa memainkan game favoritnya tersebut. Selepas melakukan latihan ringan di masa karantina akibat merebaknya virus corona ini, ia menyempatkan bersama bersama timnya.
''Dalam situasi seperti sekarang ini, selain latihan tentu main game PUBG. Ada teman luar tim juga yang ikut main bareng. Dari game ini, komunikasi dan kerjasama yang kami cari. Seru sekali, apalagi saat menang,'' tandas pemain 30 tahun tersebut.
Berita Terkait
-
Riyan Ardiansyah Jadi Pemain ke-9 yang Dipinjamkan Malut United
-
3 Klub Super League yang Cocok untuk Adrian Wibowo, Salah Satunya Persebaya
-
PUBG Mobile Raih Rekor Dunia dari Lapangan Banteng Jakarta
-
Duo Striker Brazil Jalani Naturalisasi, Bisa Jadi Opsi Lini Depan Timnas Indonesia?
-
2 Pemain Urus Naturalisasi, Bakal Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
-
Tak Lazim, Spanyol Bakal Bawa 4 Kiper ke Piala Dunia 2026?