Bola / Bola Indonesia
Selasa, 07 Juli 2020 | 16:24 WIB
Sejumlah maskot dari kesebelasan peserta Liga 1 Indonesia mengikuti pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga-1 Indonesia di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Suara.com - Ditangguhkan sejak Maret akibat pandemi COVID-19, PSSI akhirnya memutuskan untuk melanjutkan Liga 1 2020 dan kasta di bawahnya pada Oktober mendatang. Meski PSSI telah mengeluarkan SK (surat keputusan) ihwal kelanjutan kompetisi, ternyata izin pemerintah masih menjadi tanda tanya.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi, menjelaskan bahwa izin dari pemerintah untuk kompetisi belum sepenuhnya terwujud. Sebab, banyak dari unsur pemerintahan yang harus dimintai restu oleh PSSI agar kompetisi bisa kembali berjalan di tengah pandemi COVID-19.

"Pemerintah itu, kan ada banyak. Kepolisian, ada Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) ada Gugus Tugas, jadi ini belum solid. Jadi menurut Gugus Tugas belum boleh, tapi Kemenpora itu sudah mengeluarkan protokol kesehatan, berarti artinya Kemenpora sudah boleh dengan syarat," kata Yoyok saat dihubungi Suara.com via telepon, Selasa (7/7/2020).

"Dari Kepolisian itu belom, karena kepolisian itu perwilayah itu berbeda-beda. Contohnya, Polda Jawa Timur pasti tidak boleh, karena masih merah dan parah di sana. Ini kita PSSI masih tunggu dari pemerintah, satu kebijakan itu untuk liga itu kapan, nanti akan dikeluarkan," ia menjelaskan.

CEO PSIS Semarang yang juga anggota Komisi X DPR Republik Indonesia A.S. Sukawijaya yang akrab disapa Yoyok Sukawi. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

"Belum satu suara ya memang karena tugasnya berbeda-beda, makanya kebijakan belum satu. Kalau Gugus Tugas, kan yang penting sehat. Kalau Kemenpora yang penting prestasi, pasti beda," ungkapnya.

Keputusan PSSI untuk melanjutkan Liga 1 2020 pada Oktober ternyata juga tidak sepenuhnya mendapat respons positif dari klub peserta. Tercatat ada lima klub yang menolak untuk melanjutkan kompetisi.

Lima klub tersebut adalah Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Barito Putera. Lima klub tersebut menolak ikut dengan berbagai pertimbangan.

Persipura contohnya yang menolak ikut jika tidak adanya izin dari pemerintah. Tim asal Papua itu juga menunggu beberapa kepastian seperti regulasi hingga tanggal kick-off Liga 1 2020.

Suasana pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga-1 Indonesia 2020 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Menurut Yoyok, ada beberapa alasan PSSI melanjutkan Liga 1 2020 pada Oktober. Di antaranya masalah perizinan. PSSI saat ini masih memantau perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia dengan harapan mereda sebelum kompetisi berlangsung.

Baca Juga: Pemain Timnas U-16 Jalani Swab Test COVID-19

"Makanya kemarin sebenarnya keputusan kita rencana Oktober, hal-hal untuk menuju ke sana sedang dipersiapkan. Klub itu persiapan paling tidak satu bulan sebelum kick off, jadi paling September," ucap anggota Komisi X DPR RI itu.

"Ini masih ada bulan Juli dan Agustus, makanya kalau mau latihan sekarang pasti tidak boleh terutama di daerah yang terdampak parah. Tapi kalau September siapa tahu sudah turun (pandemi COVID-19), kan begitu," pungkasnya.

Load More