Suara.com - PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan berkomunikasi dengan klub yang menolak Liga 1 2020. Operator kompetisi di Tanah Air itu akan menjelaskan detail keberlangsungan Liga 1 yang dijadwalkan bergulir pada 1 Oktober mendatang.
Setidaknya ada lima klub yang menolak mengikuti Liga 1 dengan berbagai alasan, seperti izin pemerintah hingga khawatir penyebaran virus corona. Tim tersebut adalah Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persipura Jayapura.
PT LIB akan mengajak klub-klub tersebut untuk berkomunikasi secara virtual. Terbaru, PT LIB telah mengirimkan surat kepada 18 tim Liga 1 soal kelanjutan kompetisi.
"Ini karena PT LIB belum berkomunikasi lagi sejak penangguhan kompetisi. Surat yang kami luncurkan itu nanti akan ditindaklanjuti, pekan depan kami akan virtual meeting dengan klub-klub itu," kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, saat dihubungi awak media via telepon.
"Kami akan komunikasi terkait dengan kejelasan, informasi, dan perkembangan yang sudah kami siapkan. Di surat itu kami juga meminta kepada klub untuk minta data tentang rencana homebase mereka di mana. Nanti dari surat itu, baru ada diskusi terkait dengan virtual meeting tadi," ujarnya lagi.
Sudjarno mengakui pihaknya memang belum berkomunikasi dengan Gugus Tugas penanganan Covid-19. Namun, dalam waktu dekat PT LIB akan segera berbicara soal rencana menjalankan kembali kompetisi.
"Pasti kami akan bicara dengan Gugus Tugas. Itu bagian yang harus kami koordinasikan, bukan hanya PT LIB, PSSI juga sudah punya rencana ke sana," katanya.
Liga 1 dijadwalkan akan bergulir pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021. Nantinya seluruh pertandingan Liga 1 tidak boleh dihadiri penonton.
Seluruh pertandingan akan digelar di Pulau Jawa. Sementara tim yang berasal dari Pulau Jawa rencananya akan bermarkas di Yogyakarta atau sekitarnya.
Baca Juga: Bukan Menolak, Ini yang Diinginkan Persita dari Lanjutan Liga 1
Berita Terkait
-
League Cup Jadi Senjata Baru Pertemukan Klub Super League dan Championship
-
Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan
-
Guru Patrick Kluivert dari Banten Singgung Aturan 11 Pemain Asing di Super League
-
Pra Musim Liga Putri Dimulai 2026, Ini Daftar 4 Klub Jadi Peserta
-
Media Vietnam Kritik Kuota 11 Pemain Asing di Liga Indonesia karena Hal ini
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN