Suara.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel mengakui bahwa Bayern Munich memiliki keuntungan karena mereka sudah terbiasa tampil di final Liga Champions.
PSG sudah bersiap menghadapi Bayern Munich di final Liga Champions yang akan digelar Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Senin (23/8/2020) dini hari WIB.
Bagi PSG, ini adalah pertama kalinya mereka lolos ke partai puncak pentas Eropa. Sementara Bayern ini adalah final ke-11 yang mereka lakoni sepanjang sejarah klub.
Tuchel tak mengelak bahwa Bayern yang sudah berkali-kali tampil di final memiliki sedikit keunggulan dalam hal itu, tetapi bukanlah sesuatu yang akan menentukan hasil pertandingan.
"Tentu saja Bayern yang terbiasa tampil di final Liga Champions punya sedikit keuntungan, saya harus akui itu, tetapi itu bukan sesuatu yang menentukan," kata Tuchel dalam jumpa pers pralaga dilansir laman resmi UEFA, Minggu WIB.
"Hari ini di sesi latihan kami tak melakukan banyak persiapan taktik, semuanya tentang fokus bagaimana kami bermain dan membuat para pemain merasanya nyaman besok," ujarnya seperti dimuat Antara.
Meski demikian, Tuchel menegaskan hanya karena timnya baru akan menjalani penampilan perdana di final Liga Champions tak membuat hal itu jadi faktor kelemahan.
Terlebih lagi di skuat PSG saat ini ada Neymar dan Angel Di Maria yang masing-masing sempat sekali juara bersama Barcelona (2015) dan Real Madrid (2014), serta kiper Keylor Navas di skuat Real Madrid juara Liga Champions 2016 sampai dengan 2018.
"Saya berbicara banyak soal itu dengan Keylor sebelum semifinal. Kami juga memiliki Angel dan Neymar, yang pernah menjuarai kompetisi ini," pungkasnya
Baca Juga: PSG Vs Bayern Munich, Kimmich Yakin Die Rotten Tak akan Main Bertahan
Berita Terkait
-
RESMI! Liga Champions Asia Ditunda Buntut Perang AS-Iran
-
Respons Pep Guardiola Soal 4 Pemain Man City Puasa Ramadan Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Matthaus Sebut Der Klassiker Dortmund vs Bayern sebagai Duel Magis
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan