Suara.com - Timnas Indonesia U-19 sudah tiga pekan lebih berada di Kroasia menjalani training camp (TC). Tidak hanya berlatih, Pasukan Merah Putih juga dijaga asupan gizinya.
Pola makanan skuat Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-19-- sangat diatur. Pelatih fisik Lee Jae-hong langsung mengawasi apa yang dikonsumsi oleh David Maulana dan kawan-kawan.
"Pola makan harus dijaga agar pemain terus dalam kondisi bugar dan fit. Dengan menu latihan yang bervariasi apalagi intensitas pemain harus tahu apa saja yang harus dimakan dengan pengawasan dari kami. Seperti asupan karbohidrat, protein, sayuran dan lain-lain," kata Lee Jae-hong dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (23/9/2020).
"Untuk makanan, menu wajib yakni sayur, daging, ikan, salad, buah, susu, serta roti. Semua saya cek termasuk saat pemain mengambil takaran porsi makanan," tambahnya.
Para pemain sangat menikmati menu makanan di hotel tempat menginap skuat Timnas Indonesia U-19 selama di Kroasia. Hingga saat ini, belum ada kendala berarti yang dialami para pemain soal makanan.
Para pemain tampak menjaga apa saja yang di makan mereka, karena ini semua demi performa terbaik di lapangan. Makanan yang digoreng serta pedas dilarang untuk dikonsumsi pemain.
"Kami tidak membolehkan menu makanan yang banyak digoreng dan pedas tentunya. Pemain harus banyak minum air putih dan buah," ia menambahkan.
"Selain itu, pemain juga dicek berat badan setiap harinya dan cek in body tes seperti masa otot, lemak dan lain-lain," jelas Lee Jae-hong.
Selama di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 sudah menjalani lima kali uji coba melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3) dan dua kali versus Qatar dengan hasil kemenangan 2-1 dan seri 1-1.
Baca Juga: Pemain Indonesia Kerap Kalah Duel, Ini yang Akan Dilakukan Shin Tae-yong
Indonesia akan lanjut menjalani uji coba melawan Bosnia-Herzegovina (25/9/2020), dan Dinamo Zagreb (28/9/2020). TC di Kroasia dijadwalkan sampai dengan akhir September.
Setelah itu, armada Shin Tae-yong akan melanjutkan pemusatan latihan di Turki. Di sana, skuat Timnas Indonesia U-19 akan kembali digeber kemampuannya.
Berita Terkait
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
-
PSSI Akui Sedang Naturalisasi Pemain Keturunan, Siapa Dia?
-
Ordal PSSI Ungkap Alasan John Herdman Panggil 41 Pemain Timnas Indonesia
-
Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026
-
Gandeng Kelme, Ini Dia Jersey Baru Timnas Indonesia
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...
-
Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa
-
Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia
-
Semakin Canggih, Ranking FIFA akan Diperbarui Real Time Mulai Maret 2026
-
Seleksi Lebih dari 170 Orang, 10 Pemain Ini Wakili Indonesia di Ajang Piala Dunia Anak Jalanan 2026
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Bek Persib Bandung Rela Korbankan Kepentingan Pribadi
-
Persib Bandung di Ambang Hattrick Juara, Bojan Hodak: Jangan Bicara Terlalu Jauh