Suara.com - Pelatih Barcelona, Ronald Koema, percaya diri bahwa kemenangan 1-0 anak asuhnya atas Eibar pada Sabtu (22/5/2021) bukanlah pertandingan terakhirnya bersama skuat Blaugrana.
Koeman menambahkan bahwa ia ingin membangun skuad yang lebih baik untuk menjuarai berbagai kompetisi musim depan.
Pelatih asal Belanda tersebut berhasil memimpin Barcelona meraih trofi Copa del Rey musim ini, tetapi finis posisi ketiga di La Liga dan tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.
Dalam beberapa pekan terakhir, media-media lokal berspekulasi tentang mengenai masa depan Koeman, dengan presiden baru Joan Laporta mengatakan bahwa akan ada perubahan di awal pekan ini.
Mantan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez dirumorkan bakal menggantikan Ronald Koeman di kursi pelatih untuk musim depan.
Namun, Koeman yakin bahwa pertandingan lawan Eibar bukan menjadi laga terakhir baginya sebagai pelatih Barcelona.
"Saya tidak berpikir ini akan menjadi pertandingan terakhir saya. Saya punya kontrak dan saya tidak tahu lebih dari itu," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan, yang dikutip Reuters pada Minggu.
"Anda (media) berbicara banyak tentang subjek ini, tetapi saya santai saja. Bila klub ingin mengubah sesuatu, mereka perlu memberi tahu saya tentang hal itu."
Koeman juga mengatakan bahwa ia saat ini tidak memiliki skuad yang diinginkannya untuk membuat Barca kembali kompetitif.
Baca Juga: Lionel Messi Senang Banget Juara Copa Del Rey, Trofi yang Istimewa
"Ketika kami mengambil alih di sini, itu adalah skuad yang telah dibentuk dan kami hanya menandatangani Sergino Dest."
"Bagi saya, skuat ini tidak berada di level yang kami inginkan di Barca. Itu jelas, dan banyak orang di klub juga berpikir seperti itu."
"Kami berusaha meningkatkan skuat dan dengan segala hormat, ada beberapa pemain senior di sini yang belum tampil sesuai ekspektasi. Ada banyak pemain muda juga."
"Skuat ini belum selesai dan Anda tidak bisa membuat perubahan hanya dalam satu musim." (Antara)
Berita Terkait
-
Barcelona Dihajar 4-0 Atletico Madrid, Frenkie de Jong: Kalau Bukan AI, Ini Skandal!
-
Kolaborasi dengan FC Barcelona, BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus
-
Belanda Resmi Tentukan Basecamp Piala Dunia 2026: Iklim Sejuk Jadi Pertimbangan
-
Atletico Madrid Hancurkan Barcelona 4-0! Diego Simeone Ejek Lamine Yamal
-
Dihajar 4 Gol di Babak Pertama, Hansi Flick Jabarkan Masalah Barcelona saat Hadapi Atletico
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan