Suara.com - Leonardo Bonucci menyanjung tinggi kepemimpinan pelatih Italia, Roberto Mancini yang dianggapnya berhasil mengembalikan kepercayaan diri tim selepas absen di putaran final Piala Dunia 2018.
Mancini sejauh ini sukses mengembalikan harga diri Gli Azzurri --julukan Timnas Italia-- dengan keberhasilannya membawa tim melaju ke final Euro 2020.
Italia akan menghadapi Inggris dalam perebutan trofi Henri Delaunay di Stadion Wembley, London, yang akan berlangsung pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB.
Bonucci menganggap gelar juara Euro 2020 akan sangat berarti bagi Italia guna menyuntikan kegembiraan yang sangat dibutuhkan bagi warga Negeri Pizza.
"Kemenangan akan menjadi suntikan besar kegembiraan dan kepercayaan diri warga Italia," kata Bonucci dikutip Antara dari laman resmi UEFA, Sabtu (10/7/2021).
"Sejak Mancini bergabung di timnas, saya langsung paham kami akan segera memulai lagi, setelah kekecewaan absen di Piala Dunia 2018."
"Dia bekerja keras dengan isi kepala kami, mengembalikan harga diri kami, serta menambahkan banyak kualitas untuk meraih kemenangan," ujarnya menambahkan.
Bonucci berkaca bahwa ia dan rekan-rekannya tidak akan percaya bisa berkesempatan tampil di final Euro jika diberitahu tiga tahun silam.
Ia juga mengatakan bahwa penundaan Euro selama setahun turut membantu timnya menangguk banyak pengalaman penting agar lebih siap menjalani turnamen kali ini.
Baca Juga: Didier Deschamps Tetap Latih Timnas Prancis di Piala Dunia 2022
"Tiga tahun lalu, untuk mencapai final adalah sebuah utopia, tapi tambahan satu tahun pengalaman turut membantu kami," katanya.
"Selain itu bermain dengan banyak talenta muda di lini tengah membuat segalanya jadi lebih mudah," tutup Bonucci.
Kepercayaan terhadap talenta muda, terutama di lini tengah, diperlihatkan Mancini sejak penunjukannya mengorbitkan nama-nama seperti Nicolo Barella, Manuel Locatelli serta Matteo Pessina.
Kepercayaan itu berbuah manis lewat keberhasilan Mancini mematahkan rekor-rekor milik pelatih legendaris Italia Vittorio Pozzo seperti kemenangan beruntun dan rentetan pertandingan nirkalah.
Rekor yang kedua itu masih berlanjut hingga saat ini, di mana sampai semifinal Euro 2020 Mancini telah mendampingi Italia melewati 33 pertandingan tanpa merasakan kalah.
Tentunya rekor itu akan menjadi semakin manis bila Mancini mampu mengantarkan Italia menundukkan Inggris dan meraih trofi Eropa kedua setelah 1968.
Tag
Berita Terkait
-
Banyak Ruginya, Presiden UEFA Kapok Gelar Euro dengan Sistem Pan-kontinental
-
Bonucci: Italia vs Inggris Bak Pertarungan Tua Muda
-
Final Euro 2020: Siswa di Inggris Boleh Begadang, Sekolah Masuk Siang
-
Gagal di Euro 2020, Roberto Martinez Tetap Latih Belgia
-
Bjorn Kuipers, Wasit Belanda Pertama Pimpin Laga Final Euro
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
Aksi El Preman Justin Hubner di Belanda: Bela Pemain Timnas Indonesia, Labrak NAC Breda
-
Bantai Timor Leste 4-0, Kurniawan Dwi Yulianto Soroti Kelemahan Timnas Indonesia U-17
-
Presiden Meksiko Ungkap Alasan FIFA Tolak Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026 ke Negaranya
-
Liverpool Vs PSG di Liga Champions, Alisson Becker Dikonfirmasi Masih Absen
-
Peluang Besar! Pemain Keturunan Aceh Berpotensi Tampil di Liga Champions
-
Jan Olde Riekerink Ungkap Kunci Tumbangkan Malut United di Ternate
-
Kurniawan Dwi Yulianto Puji Setinggi Langit Gol Salto Dava Yunna ke Gawang Timor Leste
-
3 Pemain Gacor di Pekan ke-27 BRI Super League, Satu Pemain Berpotensi Masuk ke Timnas Indonesia?
-
Muncul Rumor Bojan Hodak Punya Gaji Lebih Besar dari John Herdman, Gimana Kenyataannya?
-
Klasemen Liga Italia: Inter Makin Kokoh di Puncak, Napoli Tertahan, AC Milan Tumbang