Suara.com - Dewa United kalah telak 0-3 dari tim Liga 1 Bhayangkara FC dalam laga uji coba di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (24/8/2021) sore. Kekalahan itu akan dijadikan pelajaran berharga bagi tim peserta Liga 2 tersebut.
Pelatih Kepala Dewa United FC Kas Hartadi, dalam pernyataan resmi, mengaku tak masalah anak asuhnya kalah telak dalam laga uji coba tersebut.
"Kami melawan tim yang lebih baik dan dapat banyak pelajaran berharga," kata Hartadi dilansir dari Antara, Selasa (24/8/2021).
"Setidaknya saya gembira dengan skema transisi permainan yang berhasil diperagakan anak-anak saat menghadapi tim kuat seperti Bhayangkara FC."
Dari laga uji coba itu, kata dia, tim asuhannya bisa memperbaiki kelemahan yang dimiliki untuk memaksimalkan performa pada laga Liga 2 nanti.
"Justru dari laga tadi ada banyak pelajaran yang didapat untuk diperbaiki agar kita bisa tampil lebih baik saat Liga 2 dimulai. Hasil laga uji coba tak ada pengaruhnya buat kami," tegasnya.
Sejak dimulai babak pertama, Bhayangkara FC yang turun dengan kekuatan penuh langsung gencar menekan pertahanan Dewa United FC.
Laga belum berjalan lima menit, striker Bhayangkara FC Ezenchiel N'Douassel sudah dapat peluang bersih, namun sepakannya berhasil diblok kiper Dewa United Shahar Ginanjar.
The Guardians FC akhirnya mendapatkan gol pertama melalui sepakan keras Dendy Sulistyawan yang memenangi sprint dari bek Dewa United.
Baca Juga: Main Bagus tapi Tumpul Lawan Dewa United, Persija Benahi Penyelesaian Akhir
Meski dalam situasi terus tertekan, Dewa United juga bukan tanpa peluang. Dua kali skema serangan balik melahirkan dua tendangan bebas di depan kotak 16.
Dua skenario bola mati yang diambil Ade Suhendra tepat sasaran namun gagal jadi gol, sementara satu tendangan berhasil ditepis kiper Bhayangkara FC Awan Setho dan satu membentur mistar gawang.
Bhayangkara FC mendapatkan gol keduanya melalui bunuh diri bek tengah Dewa United FC Achmad Faris.
Sepakan N'Douassel yang bermaksud melakukan umpan silang berbelok arah ke dalam gawang setelah membentur badan Faris.
Memasuki babak kedua, Dewa United yang berjuluk Tangsel Warriors mengganti Shahar dengan kiper ketiga, Achmad Gunandi Pradana.
Namun, Gunandi kebobolan saat Bhayangkara FC dihadiahi penalti yang dieksekusi Osas Saha sehingga kedudukan 0-3 bertahan hingga laga usai.
Berita Terkait
-
Bali United vs Persik Jadi Laga Pembuka Liga 1 di GBK Jakarta
-
Ditonton Langsung Atta Halilintar, AHHA PS Pati Kalahkan Persija Jakarta
-
SMK Batik 2 Solo Batalkan Rencana PTM: Gibran Parkirkan Mobil Dinas Hingga Teguran Ganjar
-
PSIS Semarang Menang Tipis di Laga Uji Coba
-
Teco Puji Gebrakan Rans Cilegon FC Gelar TC di Turki
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi