Suara.com - Pelatih tim sepakbola putra Sumatera Utara (Sumut), Colly Misrun mengaku akan lebih mematangkan mental pemain untuk menghadapi babak enam besar cabang sepakbola putra PON XX Papua 2021.
"Alhamdulillah kita bisa ke enam besar. Fokus selanjutnya tim pelatih adalah membenahi mental pemain," kata Colly Misrun seperti dilansir Antara.
Tim sepakbola putra Sumatera Utara sendiri melaju ke babak enam besar PON apua setelah menduduki posisi runner-up Grup B di babak penyisihan, dengan mengemas 4 poin dari tiga pertandingan.
Sumut harus puas menjadi runner-up setelah di laga ketiga atau terakhir fase grup menelan kekalahan dari Jawa Timur dengan skor 0-2 di Stadion Mahacandra Uncen, Jayapura, Senin lalu.
Sukses Sumut melaju ke babak enam besar sendiri disyukuri Colly Misrun. Menurutnya, ini merupakan buah perjuangan anak-anak, walaupun secara pribadi dia merasa kecewa dengan kekalahan timnya atas Jawa Timur.
"Kita lolos ke enam besar patut disyukuri. Tapi kekalahan atas Jatim harusnya bisa dihindari kalau anak-anak bisa bermain lebih tenang dan lebih percaya diri. Pemain kita betul-betul kalah mental," tutur sang pelatih.
Colly mengaku sudah menginstruksikan ke pemain untuk bermain lebih berani menyerang, tapi malah tim lawan yang lebih banyak memberikan tekanan. Untuk itu, fokus selanjutnya tim pelatih adalah membenahi mental pemain.
"Kita apresiasi perjuangan semua pemain sehingga bisa lolos fase grup. Tiga laga yang sudah kita lalui (di Grup B) jadi bahan evaluasi untuk menghadapi lawan berikutnya," ucap Colly.
Sesuai hasil pengundian, di babak enam besar Sumut tergabung di Grup D bersama tuan rumah Papua dan Aceh.
Baca Juga: Klasemen Medali PON Papua: DKI Jakarta Masih Nyaman di Puncak
Sumut akan melakoni laga pertama babak enam besar dengan menghadapi Aceh pada 8 Oktober 2021 di Stadion Mandala, Jayapura.
Sedangkan Grup E dihuni Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Nantinya tim juara dan runner-up masing-masing grup berhak melaju ke babak semifinal yang akan digelar pada 12 Oktober.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan