Suara.com - PSIS Semarang mantap memuncaki klasemen sementara BRI Liga 1 usai menang tipis 1-0 atas tim papan bawah, Barito Putera di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (20/10/2021) malam WIB.
Tampil di laga pembuka pekan kedelapan Liga 1 2021-2022, PSIS menang berkat gol tunggal gelandang andalan mereka asal Chile, Jonathan Cantillana pada menit ke-83.
Dengan kemenangan krusial ini, PSIS kini ada di pucuk klasemen dengan raihan 18 poin dari delapan pertandingan, hasil dari lima kemenangan dan tiga kali seri.
PSIS asuhan pelatih Ian Andrew Gillan unggul dua poin atas tim peringkat kedua, Bhayangkara FC yang baru memainkan tujuh laga.
Sementara dengan kekalahan teranyar ini, Barito Putera kian terpuruk di dasar klasemen. Klub besutan Djadjang Nurdjaman itu baru mengoleksi 4 poin dari delapan pertandingan.
Di Stadion Sultan Agung, pada menit ke-83, Jonathan Cantillana memecah kebuntuan PSIS setelah sebelumnya berkali-kali dibuat frustrasi oleh barisan belakang Barito Putera.
Berawal dari serangan balik, Hari Nur Yulianto melepaskan umpan silang ke kotak penalti yang coba disambut Komarudin.
Umpan Hari Nur tidak bisa dikontrol dengan baik oleh Komarudin, namun di sana sudah ada Jonathan yang menyambut bola lepas tadi.
Shooting keras playmaker andalan PSIS itu dari tepi kotak penalti pun tak bisa ditepis oleh kiper Barito, Adhitya Harlan dan terjadi gol.
Baca Juga: Komdis PSSI akan Telusuri Keributan di Laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung
PSIS unggul 1-0, dan keunggulan berkat gol telat itu mampu dijaga tim Mahesa Jenar hingga laga rampung.
Susunan Pemain:
Barito Putera (4-3-3): 20-Adhitya Harlan; 77-Azamat Baimatov, 5-Dandi Maulana, 4-Miftah Sani, 13-Bayu Pradana, 71-Luthfi Kamal, 28-Buyung Ismu, 11-Rafinha, 9-Aleksandar Rakic, 66-Bagas Kaffa, 82- Beni Oktovianto.
Pelatih: Djadjang Nurdjaman (Indonesia)
PSIS Semarang (4-3-3): 33-Joko Ribowo; 72-Frendi Saputra, 17-Rio Saputro, 14-Riyan Ardiyansyah, 5-Wahyu Prasetyo, 7-Andreas Ado, 32-Brian Ferreira, 46-Fredyan Wahyu, 8-Reza Irfana, 29-Septian David Maulana, 10-Jonathan Cantillina.
Pelatih: Ian Andrew Gillan (Skotlandia)
Berita Terkait
-
Hanya Satu yang Tercecer! 17 Tim Liga 1 Lolos Lisensi, PSBS Biak Ada Apa?
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Gagal Promosi, Teco Ajak Manajemen Evaluasi Barito Putera
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
-
Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
John Herdman Ingin Lahirkan Jonathan David Baru dari Timnas Indonesia
-
Luar Biasa! Sandy Walsh Berpeluang Ukir Sejarah Treble Winner di Musim Ini
-
Casemiro Dikabarkan Segera Gabung Inter Miami, Satu Klub dengan Lionel Messi
-
Lama Tak Terdengar, Pemain Keturunan Jerman Amar Brkic Akhirnya Comeback ke Timnas Indonesia
-
Nasib Belum Jelas, Manajer Persija Jakarta Siap Angkat Kaki
-
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam Tak Masuk Nominasi Terbaik Padahal Paling Sedikit Kebobolan
-
Nasib Bojan Hodak di Persib Masih Menggantung, Ini Penjelasan Manajemen
-
Persija Gagal Juara meski Lebih Garang dari Era 2018, Marko Simic Disinggung
-
Sesumbar Lamine Yamal, Bidik Rekor Hattrick Termuda di Piala Dunia 2026
-
Mikel Arteta Dipuji Ubah Mentalitas Arsenal Jadi Monster Eropa