Sayang, sekalipun memiliki attacker macam Sadio Mane, yang duetnya di Liverpool bersama bintang Mesir Mohamed Salah sangat menakutkan di Liga Inggris dan Eropa, Senegal sejauh ini belum bisa menarik manfaat Mane sebesar yang didapatkan Liverpool.
Dalam penampilannya yang ke-16 dalam Piala Afrika, Senegal sudah pasti dipaksa oleh dirinya sendiri untuk melangkah lebih jauh ketimbang ekspedisi mereka pada edisi 2019 ketika menyerah kepada Aljazair dalam partai final.
Dengan stok seperti Mane, Mendy, Koulibaly dan lainnya, seharusnya tidak sulit bagi mereka untuk menghentikan langkah Burkina Faso.
Burkina Faso
Di sisi lain, Timnas Burkina Faso sudah pasti senang dengan apa yang mereka lalui dari hari ke hari selama turnamen Piala Afrika di Kamerun ini karena mereka telah menunjukkan kinerja dengan kualitas yang terus membaik sampai menapaki empat besar, setelah menumbangkan tim raksasa Tunisia di perempatfinal.
Namun, ada harapan lebih yang diletakkan pada pundak pemain-pemain Burkina Faso, yakni memberikan kebahagiaan kepada rakyat negara di Afrika bagian barat itu yang tengah bermasalah karena presidennya digulingkan oleh kudeta militer.
Setelah mereka menghentikan Tunisia 1-0 di perempatfinal pekan lalu, pemimpin baru Burkina Faso dari pelaku kudeta pun menelepon skuad timnas.
"Kami telah mendapat kehormatan berbicara dengan presiden baru kami yang memberikan saran dan dorongan kepada kami, serta meyakinkan kami bahwa mereka ada di belakang kami selamanya," ungkap pelatih Timnas Burkina Faso, Kamou Malo seperti dikutip AFP.
Burkina Faso sendiri menjejak empat besar dengan bekal tak terkalahkan dalam 10 dari 11 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, yang lima di antaranya berupa kemenangan. Mereka hanya kalah saat dilawan tuan rumah Kamerun dalam pertandingan fase grup turnamen ini.
Baca Juga: Kisah Timnas Burkina Faso, Tembus Semifinal Piala Afrika di Tengah Kudeta Militer Dalam Negeri
Team News
Burkina Faso bakal bermain tanpa pemain muda Dango Ouattara yang bermain untuk klub Ligue 1 Prancis Lorient, yang mencetak gol penentu kemenangan ketika melawan Tunisia sebelum mendapatkan kartu merah langsung pada delapan menit menjelang pertandingan usai.
Sementara itu, saat melawan Tunisia, Djibril Ouattara membuat penampilan pertamanya dalam turnamen ini, namun kemudian ditarik ke luar lapangan pada menit ke-72 karena cedera. Ini membersitkan kekhawatiran striker berusia 22 tahun itu juga mungkin absen dalam semifinal.
Sementara itu, setelah hanya mencetak satu gol selama fase grup, Senegal sudah menemukan sentuhan akhirnya selama babak knockout dengan mencetak lima gol dari dua pertandingan.
Untuk alasan ini pula, pelatih Aliou Cisse sepertinya tak akan mengubah kombinasi Boulaye Dia, Famara Diedhiou dan Sadio Mane di lini serang.
Mane, yang mencetak delapan gol di Liga Inggris musim ini untuk Liverpool, sudah mengemas dua gol dan satu assist untuk Senegal selama Piala Afrika 2021.
Berita Terkait
-
Takut Pemainnya Cari Suaka Politik, Negara Ini 7 Tahun Tak Main hingga Tak Masuk Ranking FIFA
-
CAS Konfirmasi Banding Senegal atas Pencabutan Gelar Piala Afrika 2025
-
Kontroversi Besar Piala Afrika 2025: Aturan Ini yang Dilanggar Senegal hingga Gelar Juara Dicabut
-
Sadio Mane Sindir CAF! Pemain Senegal Ngamuk Setelah Gelar Piala Afrika 2025 Dicabut
-
Alasan CAF Cabut Gelar Senegal dan Tetapkan Maroko Juara Piala Afrika 2025
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League