Suara.com - Dokter tim PSS Sleman, Feras Ardiles Muhammad mengatakan gelandang asal Brasil, Juninho ingin segera pulih dari cedera yang dideritanya agar bisa membela tim Super Elang Jawa di sisa musim BRI Liga 1.
Feras mengatakan, demi mewujudkan keinginannya itu, Juninho memilih injeksi Sportvis untuk menangani cedera otot longus adduktor.
Feras menjelaskan injeksi Sportvis ini bisa membuat Juninho setidaknya membutuhkan waktu sekitar enam minggu sebelum akhirnya bisa kembali membela PSS, namun jaringan ototnya tidak akan seelastis proses alamiah.
"Juninho pada akhirnya memilih untuk menggunakan Sportvis Injection karena ia masih ingin membela PSS hingga akhir musim Liga 1. Proses injeksi akan kita lakukan secepatnya agar proses pemulihannya lebih cepat dan siap tampil kembali," ujar Feras seperti dimuat Antara, Selasa (8/2/2022).
"Sportvis Injection lebih cepat membuat Juninho kembali bermain, kita prediksi sekitar enam minggu Juninho sudah siap tempur. Namun sportvis memiliki kelemahan yaitu, jaringan otot baru tidak seelastis ketika proses alamiah," sambungnya.
Selain injeksi Sportvis, Feras juga menjelaskan ada cara lain dalam menangani cedera Juninho yaitu injeksi Platelet Rich Plasma, namun cara ini memiliki waktu yang lebih lama tetapi memiliki hasil yang lebih baik.
"Jika dilakukan Platelet Rich Plasma (PRP) Injection proses pemulihannya lebih lama dan berimplikasi pada proses jangka panjang, hal ini tentu saja lebih bagus untuk tubuh si atlit tersebut," terang Feras.
Soal cedera yang diderita gelandang asal Brasil tersebut, Feras mengatakan kejadian ini terjadi ketika PSS melawan Persebaya Surabaya dan Juninho mengambil gerakan sprint yang explosive.
Akibat hal ini, dua hari kemudian tim medis PSS mejalani tes MRI kepada Juninho yang menunjukkan adanya robekan ada otot adduktornya sepanjang kurang lebih 2 cm.
Baca Juga: Borneo FC Berharap Dua Pemain Terpapar COVID-19 Segera Kembali ke Skuad
"Juninho cedera ketika PSS kontra Persebaya, kejadiannya ketika dia mengambil gerakan sprint explosive bukan karena benturan. Setelah kejadian tersebut, dua hari kemudian tim medis melakukan MRI didapatkan robekan pada otot adduktornya sepanjang kurang lebih 2 cm," ungkap Feras.
Berita Terkait
-
Super League 2026/2027 Dimulai 4 September, Bali United vs PSS Sleman Jadi Laga Pembuka
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Kata-kata Bojan Hodak Usai Antarkan Persib Bandung Hat-trick Juara Liga 1
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Mahasiswa Ngebut Bawa Mobil Tabrak Motor di Medan, IRT Tewas
-
Cuma 99 Ribu, Bawa Pulang 2 Produk Salon Ternama Johnny Andrean Pakai BRImo
-
5 Sepatu Lokal Wanita Kronikel Project Paling Laris, Model Stylish Wajib Masuk Wishlist
-
BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi
-
Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi
-
Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap
-
3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau
-
Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang
-
Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang