Suara.com - Nasib Persipura Jayapura yang sempat mogok bertanding saat harus melakoni laga kontra Madura United pada 21 Februari lalu sepenuhnya menjadi keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi tidak bisa mengambil keputusan.
Segala berkas laporan mengenai kasus tersebut sepenuhnya kini sudah berada di Komdis PSSI. Saat ini, PT LIB hanya tinggal menunggu keputusan apa yang dikeluarkan PSSI terhadap Persipura Jayapura.
"Komdis terus melakukan pendalaman untuk mengkaji sebelum akhirnya memberikan putusan. Ya kita tunggu saja apa yang akan diputuskan oleh Komdis," kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi dilansir dari laman resmi PSSI, Sabtu (26/2/2022).
Mengenai insiden tidak bertandingnya Persipura, PSSI telah merilis laporan yang diberitakan oleh PT LIB. Disebutkan Persipura mengirimkan sebuah surat per 20 Februari 2022 yang isinya tidak bisa bertanding dalam laga tersebut karena sesuai hasil tes PCR di hari itu menunjukkan 9 anggota tim positif Covid-19 (3 ofisial dan 6 pemain).
Pada surat tersebut tertulis, "maka kami berkoordinasi dengan LIB untuk dilakukan tes pembanding pada Senin (21/2/2022). Jika hasil tes pembanding masih ada beberapa pemain dengan status positif, Persipura Jayapura TIDAK DAPAT BERTANDING disebabkan (1) jumlah pemain banyak yang berhalangan untuk dimainkan, (2) menghilangkan azas fairness."
Menanggapi surat tersebut, PT LIB merespons. Mereka melakukan tes ulang. Hasilnya, sesuai dengan surat yang dikirimkan LIB dengan nomor 100/LIB-KOM/II/2022 menyebutkan, hasil negatif mencapai 21 pemain dan 7 ofisial. Sedangkan hasil positif 6 pemain, 3 ofisial.
Hasil tersebut berbeda dengan klaim Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano yang mengatakan pemain yang tersisa hanya 11 pemain. LIB menjelaskan kasus Persipura ini bebelum memenuhi unsur Pasal 52 ayat 7 Regulasi BRI Liga 1 2021/2022 karena hasil negatif mencapai 21 pemain dan 7 ofisial.
Dengan begitu, dalam surat yang dikirimkan LIB ke manajemen Persipura pada 21 Februari 2022, dijelaskan pemain yang negatif berjumlah lebih dari 14 orang sehingga tidak memenuhi unsur Pasal 52 ayat 7 Regulasi BRI Liga 1 2021/2022 dan tidak perlu diadakan emergency meeting.
"Tidak ada kejadian luar biasa terkait covid. Ini kasusnya seperti pertandingan Persikabo 1973 versus Bali United, beberapa pekan yang lalu. Pertandingan tetap dilanjutkan," ujar Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Bhayangkara FC Gagal Salip Arema Usai Diimbangi PSM Makassar
Dalam hal ini Lukita juga menjelaskan perbedaan penundaan sebelum partai ini. Di mana ketika itu ada 22 pemain Madura United yang terpapar Virus Corona sehingga tidak ada 14 pemain sesuai aturan laga dapat dimainkan.
Sesuai dengan Regulasi BRI Liga 1 2021/2022 pasal 52 poin 7, jika ada kondisi yang tidak memungkinkan karena pandemi covid-19 dilakukan emergency meeting yang diikuti LIB, perwakilan Persipura, perwakilan Madura United, LOC, dan pengawas pertandingan. Hasil emergency meeting itu disepakati pertandingan ditunda.
Dalam hal ini PSSI dan PT LIB tidak pernah membeda-bedakan antara satu klub dan klub lainnya. Semuanya memiliki status yang sama.
PSSI dan PT LIB pun juga tidak pernah merugikan salah satu klub peserta BRI Liga 1. Semua berjalan sesuai dengan aturan yang sama.
"Jadi PSSI dan PT LIB itu tidak ada ingin menekan, membeda-bedakan, membuat degradasi salah satu klub. Itu tidak ada sama sekali. Kami berjalan sesuai aturan yang ada," pungkas Lukita.
Berita Terkait
-
Klub Indonesia Memilih Investasi Jangka Panjang atau Jangka Pendek
-
Profil Wander Luiz, Penyerang PSS yang Tetap Senyum Meski Gagal Penalti
-
Jadwal Persija di Seri 5 BRI Liga 1 2021/2022 Sangat Padat
-
Ditahan Imbang Tanpa Gol Oleh PSM Makassar, Bhayangkara FC Soroti Kerja Wasit
-
Persib dan Persela Berbagai Poin di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan