Suara.com - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengungkap kunci keberhasilan timnya melakoni comeback luar biasa atas Paris Saint-Germain (PSG), Kamis (10/3/2022).
Duel Real Madrid vs PSG tersaji dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di stadion Santiago Bernabeu, Madrid.
Los Blancos menatap pertandingan ini dengan beban besar karena tertinggal agregat 0-1. Namun, di akhir laga leg kedua, pasukan Carlo Ancelotti lah yang tersenyum lebar berkat kemenangan 3-1.
Hasil itu membuat Real Madrid berhak lolos ke perempat final Liga Champions dengan keunggulan agregat 3-2 atas Lionel Messi dan kawan-kawan.
Real Madrid sempat tertinggal lebih dulu di laga ini setelah gawang Thibaut Courtois dibobol Kylian Mbappe pada menit ke-39. Namun, mereka mampu bangkit dan berbalik menang lewat hattrick Karim Benzema di babak kedua.
Menurut Carlo Ancelotti, gol pertama Karim Benzema menjadi kunci kebangkitan timnya di laga ini. Pasca gol tersebut, Real Madrid tampil lebih nyaman sementara PSG mengalami kekacauan mental.
"Gol pertama adalah kuncinya. Itu mengubah dinamika permainan, para penggemar. Setelah itu, kami mengendalikan permainan, kami menekan, tidak sulit untuk memenangkan bola kembali," kata Carlo Ancelotti kepada Canal+ dikutip dari laman resmi UEFA, Kamis (10/3/2022).
"PSG adalah tim yang hebat, mereka bermain bagus. Tapi di setiap pertandingan, ada sesuatu yang bisa mengubahnya – dan itu adalah gol pertama kali ini."
Lebih lanjut, Carlo Ancelotti memberikan pujian tinggi kepada Karim Benzema selaku pahlawan kemenangan Real Madrid dalam laga ini.
Baca Juga: Daftar Klub yang Paling Sering Kalah di Final Liga Champions
Menurut Ancelotti, penyerang 34 tahun itu telah menunjukan sikap luar biasa yang mampu menginspirasi tim ketika dihadapkan oleh tekanan besar.
"Benzema adalah pemimpin tim kami yang fantastis, penyerang yang fantastis. Saya sangat bangga dengan sikap Karim," ujar Ancelotti.
Berita Terkait
-
Hasil Bola Tadi Malam: Real Madrid Singkirkan PSG, Man City Perkasa, Lyon Hajar Porto
-
Hasil Manchester City vs Sporting Lisbon: Imbang 0-0, The Citizen ke Perempat Final
-
Hasil Real Madrid vs PSG: Hattrick Benzema Antar Los Blancos ke Perempat Final Liga Champions
-
5 Fakta Menarik Jelang Manchester City vs Sporting Lisbon di Liga Champions
-
Pep Guardiola Harapkan Sporting Beri Perlawanan, Jangan Seperti Man United
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan