Suara.com - Media Vietnam kembali menyindir timnas Indonesia U-19 harus mengikuti peraturan yang ada usai tersingkir di Piala AFF U-19 2022. Bahkan mereka menyamakan nasib anak asuh Shin Tae-yong seperti Italia di Euro 2004 silam.
Timnas Indonesia U-19 kalah saing dari Vietnam U-19 dan Thailand U-19 di fase grup Piala AFF U-19 2022. Garuda Nusantara kalah head to head dari dua negara tersebut.
Sebab, timnas Indonesia U-19 hanya mampu imbang 0-0 melawan Vietnam U-19 dan Thailand. Padahal anak asuh Shin Tae-yong punya poin yang sama 11 angka serta unggul selisih gol +15.
Namun, timnas Indonesia U-19 harus tersingkir karena di pertandingan lain Vietnam U-19 vs Thailand U-19 berakhir imbang dengan skor 1-1. Jadi selisih gol yang dibuat Garuda Nusantara tidak berarti.
Media Vietnam kemudian menyindir bahwa waturan turnamen sudah sejak awal diumumkan. Timnas Indonesia U-19 disebut sudah mengerti dan hanya menyalahkan aturan buntut tidak bisa lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2022.
"Anehnya aturan itu ada di awal turnamen dan tentu saja mereka mengerti itu. Tidak memiliki pendapat, menerima permainan, menerima aturan permainan," tulis laporan Lao Dong dinukil pada Rabu (13/7/2022).
"Timnas Indonesia U-19 tidak bisa keluar dari posisi itu, sehingga dari pihak yang salih pelatih hanya menjawab kekesalannya," imbuhnya.
Media Vietnam itu menambahkan bahwa Indonesia punya posisi seperti Italia yang gagal lolos di Euro 2004 silam. Kala itu Gli Azzurri tak bisa lolos dari fase grup karena kalah saing dari Swedia dan Denmark.
Seperti timnas Indonesia U-19, Italia juga punya poin sama dari Swedia dan Denmark, lima angka. Namun, mereka kalah head to head dan selisih gol juga.
"Indonesia bisa membandingkan diri dengan Italia saat menghadapi situasi menyakitkan Swedia dan Denmark yang seri untuk menyingkirkan mereka di babak grup Euro 2004. UEFA juga punya aturan yang ditentukan demikian dan tidak menyelidiki apakah hasil imbang 2-2," lanjut laporan media Vietnam tersebut..
Namun, ada perbedaan jika melihat jalannya pertandingan. Sebab, Swedia bisa menyamakan kedudukan dengan perjuangan keras yang lahir di menit ke-89.
Di sisi lain, ketika pertandingan Vietnam U-19 vs Thailand U-19 kedua tim sudah bermain imbang di menit ke-75. Sayangnya keduanya lalu mengendorkan intensitas pertandingan dan dianggap tak sportif.
Tag
Berita Terkait
-
Pelatih Malaysia U-19 Sebut Vietnam U-19 Diuntungkan Jelang Semifinal Piala AFF U-19 2022
-
Suporter Indonesia Bakal Intimidasi Vietnam U-19, Dinh The Nam Ketakutan
-
Tanggapi Desakan Indonesia Mundur dari AFF, Begini Respons Berkelas Fakhri Husaini
-
Pelatih Malaysia U-19 Soroti Timnas Indonesia U-19 yang Salah Sendiri Heboh Sendiri
-
Alhamdulillah, Operasi Hidung Ronaldo Kwateh Berjalan Lancar
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat