Demi menghindari itu, Park menginstruksikan pemain Vietnam untuk bermain sangat agresif di awal laga dan menutup ruang khususnya di sayap yang menjadi pos utama serangan balik skuad Garuda.
"Pada laga leg pertama (di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta-red), kami bermain dengan formasi 3-4-3 dan mendapatkan hasil seri tanpa gol. Setelah itu, kami menganalisis pertandingan dan mengetahui kekuatan utama Indonesia ada di serangan balik," ujar Park usai pertandingan.
3. Kesalahan Dasar Pemain Timnas Indonesia
Di tengah tekanan tinggi yang dilancarkan pemain Vietnam, para penggawa Timnas Indonesia nyatanya tidak mampu mencari solusi untuk keluar menyerang atau setidaknya membangun serangan.
Hampir sepanjang laga, khususnya ketika skor 0-1 untuk keunggulan Vietnam, para pemain Garuda tidak bisa membangun serangan di mana bola selalu putus di lini tengah maupun sisi sayap yang dihuni Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam.
Dalam beberapa kesempatan, Asnawi bahkan terlihat sangat terisolasi. Ketika mendapat bola, tidak ada opsi memberikan umpan karena ruang yang di tempati rekan-rekannya ditutup rapat oleh Timnas Vietnam.
Selain itu, umpan serta kontrol bola pemain Timnas Indonesia tidak terlihat baik dalam laga ini. Hal itu menyulitkan mereka untuk bisa keluar dari pressing tinggi yang diterapkan tim asuhan Park Hang-seo.
Tag
Berita Terkait
-
Park Hang-seo Bangga Bawa Vietnam Runtuhkan 26 Tahun Dominasi Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Shin Tae-yong Diminta Mundur usai Timnas Indonesia Disingkirkan Vietnam di Semifinal Piala AFF 2022, Warganet Terbelah
-
Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2022, Shin Tae-yong Minta Maaf pada Suporter
-
Keputusan Kontroversial Wasit yang Mungkin Saja Mengubah Hasil Laga Vietnam vs Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Tak Bergigi di Kandang Vietnam, Shin Tae-yong Soroti Dua Aspek Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan