Suara.com - Shin Tae-yong mempunyai catatan buruk melawan Timnas negara Afrika sebelum melatih Timnas Indonesia untuk melawan Burundi. Sehingga mungkin Shin Tae-yong tentu perlu berhati-hati.
Pertandingan pertama yang dihadapi Shin Tae-yong saat bersua negara asal Afrika terjadi pada medio 2017.
Ketika itu, dia masih menjabat sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.
Pada laga melawan Ghana pada ajang persahabatan internasional, Korea Selatan yang diasuh Shin Tae-yong tumbang dengan skor tipis 1-2.
Padahal, pertandingan kala itu sebetulnya digelar di markas Korea Selatan, yakni di Seoul, pada 14 November 2017.
Selanjutnya, kekalahan Timnas Korea Selatan melawan negara asal Afrika juga terjadi ketika berjumpa Maroko pada medio 2017.
Ketika itu, skuad asuhan Shin Tae-yong digebuk dengan skor 1-3. Tiga gol Timnas Maroko dicetak oleh Oussama Tannane (7’ dan 11’) serta Ismail El Haddad (46’).
Sementara itu, skuad Taeguk Warriors sempat memperkecil defisit gol lewat aksi Son Heung-min (66’).
Selanjutnya, Shin Tae-yong juga pernah mengalami kekalahan dari Senegal saat masih menjabat sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.
Dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, 11 Juni 2019 itu, tim asuhan Shin Tae-yong kalah dengan skor 0-2.
Dua gol yang dicatatkan Timnas Senegal pada laga itu tercipta lewat gol bunuh diri Kim Young-gwon dan Moussa Konate.
Rekor buruk yang dibukukan Shin Tae-yong saat melawan negara-negara Afrika ini tentunya patut mendapatkan perhatian khusus menjelang duel Timnas Indonesia vs Burundi pada 25 dan 28 Maret 2023.
Pasalnya, sebelum ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah beberapa kali kelimpungan menghadapi negara-negara asal Benua Afrika, tepatnya ketika masih menjabat sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.
Apalagi, Burundi juga punya ranking FIFA yang lebih baik ketimbang Indonesia.
Jika tim lawan berada di urutan ke-141, Timnas Indonesia saat ini masih berada di posisi ke-151 ranking FIFA.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia