Suara.com - Berikut sederet fakta kemenangan Persebaya Surabaya atas Persita Tangerang dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2023-2024 pada Minggu (12/8/2023) sore WIB.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Persebaya berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Persita Tangerang.
Kemenangan ini memiliki makna istimewa bagi Persebaya Surabaya, mengingat performa tim yang belakangan ini sedang tidak stabil.
Terkait hasil pertandingan ini, terdapat beberapa fakta menarik yang patut untuk diperhatikan. Apa sajakah informasi tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Gol Tunggal Dicetak Sho Yamamoto
Persebaya berhasil mencetak angka dalam laga ini di menit ke-54 melalui aksi Sho Yamamoto.
Mendapatkan umpan dari Kasim Botan, pemain yang berasal dari Jepang tersebut dengan cepat mengarahkan bola ke arah gawang Persita.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-74, Persita berusaha untuk menyamakan kedudukan dengan usaha tendangan yang dilepaskan oleh Sin Yeong-bae.
Sayangnya, bola yang dihasilkan dari sepakan tersebut masih meleset dari sasaran.
Baca Juga: Shin Tae-yong Panggil Kiper Liga 2 ke Timnas Indonesia U-23, Ernando Ari Dipulangkan?
Pada menit ke-90+6', Persebaya hampir berhasil menambah gol melalui aksi Dusan Stevanovic.
Meskipun demikian, tendangan bebas yang dihasilkannya masih mampu dihalau oleh kiper Rendy Oscario. Sampai pertandingan berakhir, tidak ada lagi gol yang tercipta.
2. Persebaya Meroket di Papan Klasemen
Dengan meraih kemenangan ini, Persebaya berhasil melompat naik ke peringkat kesembilan dalam klasemen dengan mengumpulkan total 11 poin.
Di sisi lain, Persita mengalami penurunan posisi ke peringkat ke-11 dengan nilai akumulasi sebanyak 10 poin.
Perubahan posisi ini menunjukkan pergeseran dinamika kompetisi yang semakin intens di BRI Liga 1 2023/2024.
3. Kemenangan Kandang Perdana
Hal menarik yang perlu dicatat, kemenangan ini merupakan pencapaian pertama bagi Persebaya Surabaya dalam pertandingan di kandang sepanjang musim ini.
Bahkan, tim Bajul Ijo berhasil menjaga gawang mereka tetap bersih (clean sheet) untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, Persebaya pernah menghadapi kendala dengan tidak pernah meraih kemenangan di kandang sendiri.
Dalam tiga pertandingan sebelumnya, mereka hanya berhasil mendapatkan dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Ada kepercayaan bahwa tekanan dari para Bonek, pendukung fanatik Persebaya, mungkin menjadi faktor yang mempengaruhi.
Pelatih Uston bahkan mengungkapkan bahwa tidak perlu ada rasa takut (GBT-fobia) terkait kesulitan timnya dalam meraih kemenangan di kandang.
Reva Adi Utama dan rekan-rekannya berhasil membuktikan bahwa hal tersebut bisa diatasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia