Suara.com - Shin Tae-yong belum lama ini mengakui dirinya akan melakukan pembicaraan kontrak baru dengan Ketum PSSI, Erick Thohir. Kabarnya pelatih asal Korea Selatan itu bakal diikat selama tiga tahun ke depan.
Kontrak Shin Tae-yong di timnas Indonesia akan berakhir pada Desember 2023. Namun ia belum mendapatkan sodoran kontrak baru, meski diminta menukangi skuad Garuda di di Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23 2024.
Shin Tae-yong menjelaskan PSSI akan mengumumkan perihal kontraknya. Untuk saat ini, akan dibahas terlebih dahulu antara kedua belah pihak.
"Kalau tidak salah, hal itu akan diumumkan secara resmi," kata Shin Tae-yong seusai latihan Timnas Indonesia di Lapangan A Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2023).
"Jadi sedang dalam pembicaraan juga dengan Pak Erick. Jadi tunggu aja," sambung mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.
Menariknya kini muncul kabar bahwa pelatih timnas Indonesia ini akan mendapatkan kontrak baru berdurasi tiga tahun.
Hal itu disampaikan oleh presenter kondang Tio Nugroho via akun X (sebelumnya Twitter). Di kontrak baru itu, ada beberapa target yang juga harus dicapai oleh juru taktik berusia 53 tahun ini.
"Alhamdulilah. Sepertinya kontrak baru Shin Tae-yong untuk timnas Indonesia akan berdurasi tiga tahun dengan beberapa target tertentu. Bagaimana menurut kalian?" cuitnya.
Kendati begitu sampai berita ini diunggah, masih belum ada keterangan resmi dari PSSI terkait kontrak baru Shin Tae-yong.
Baca Juga: Skuad Gemuk Timnas Indonesia Lawan Brunei Darussalam, Full Team Abroad, Apakah Akan Pesta Gol?
Berita Terkait
-
Punya Tren Positif Hadapi Brunei Darussalam, Sandy Walsh Targetkan Kemenangan untuk Jaga Catatan Kemenangan Skuad Garuda
-
Pahami Kondisi Pemain, Ini Siasat Shin Tae-yong di Latihan Perdana Timnas Indonesia
-
2 Amunisi Baru Shin Tae-yong untuk Piala Asia 2023, Makin Menggila Nih Timnas Indonesia
-
Baru Berkumpul, Timnas Garuda Langsung Persiapan Lawan Brunei Darussalam
-
Profil Nathan Tjoe-A-On, Calon Pemain Naturalisasi Baru Timnas Indonesia
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik