Suara.com - Miliarder asal Inggris, Sir Jim Ratcliffe sudah lama menggemari sepak bola, Formula 1 serta balap sepeda dan sekarang dia memiliki sebagian saham dari klub sepak bola yang ia idolakan sejak kecil, Manchester United.
Diumumkan pada Minggu (24/12) lalu, pendiri perusahaan kimia INEOS itu telah membeli 25 persen saham klub Liga Inggris itu menyusul kabar proses akuisisi yang berlarut-larut.
INEOS menjadi salah satu yang ingin membeli United pada awal tahun ini setelah para pemilik klub tersebut, yaitu Keluarga Glazer, mengatakan mereka mau mendengarkan tawaran-tawaran untuk Setan Merah.
Sir Jim Ratcliffe, yang juga fan Manchester United, pernah gagal membeli Chelsea pada tahun lalu, dan sudah lama dikait-kaitkan dengan kabar pembelian klub yang bermarkas di Old Trafford.
Pengusaha berusia 71 tahun itu memiliki rekam jejak yang mengesankan di dunia olahraga, termasuk memiliki klub Liga Prancis Nice dan klub Swiss FC Laussanne-Sport.
Pada 2019, raksasa balap sepeda Team Sky menjelma menjadi Team INEOS dan pada tahun berikutnya INEOS membeli sepertiga saham tim Mercedes Formula 1.
Ratcliffe dan INEOS mengonfirmasi penawaran mereka untuk membeli mayoritas saham Manchester United pada Februari dan bersaing dengan bankir asal Qatar Sheikh Jassim Bin Hamad Al Thani, yang kemudian mundur dari persaingan.
Mereka yang ingin membeli Manchester United itu ingin membuat klub tersebut kembali menjadi nomor satu di dunia setelah miskin prestasi pada satu dekade terakhir.
Bahkan mereka ingin menjadi penjaga sekaligus pemelihara Manchester United, mewakili suara-suara para penggemar mereka di seluruh dunia.
Meskipun telah memegang seperempat saham Manchester United, Ratcliffe tidak mendapatkan apa yang ia inginkan karena keluarga Glazers masih menjadi pemegang saham terbesar di Old Trafford.
Keluarga kaya asal Amerika Serikat itu, yang menyelesaikan pengambilalihan klub itu pada 2005, telah meninggalkan utang yang sangat besar ke Manchester United dan tidak disukai oleh para fan Setan Merah.
Ratcliffe, oleh karena itu, akan merasa dia bisa berperan mengembalikan Manchester United ke puncak sepak bola Inggris dan Eropa menyusul penurunan performa klub itu sepeninggalan Alex Ferguson, yang merebut trofi terakhir dari 20 gelar United di Liga Premier pada 2013 silam.
Ratcliffe adalah orang terkaya di Inggris saat ini. Forbes mengestimasi nilai kekayaannya mencapai 23 miliar dolar, atau sekira 350 triliun rupiah.
Sebelum bergelimang harta, Ratcliffe besar di perumahan rakyat di dekat Manchester.
Dia mendirikan INEOS pada 1998 sebelum memimpin perusahaan tersebut menjadi salah satu raksasa di Inggris.
Sekarang perusahaan Ratcliffe mengoperasikan 194 pabrik di 29 negara, menghasilkan 65 miliar dolar setiap tahunnya dan mempekerjakan 26.000 orang.
Ratcliffe terus melakukan diversifikasi di INEOS, salah satunya lewat sektor otomotif yaitu dengan mendesain mobil INEOS Granadier, yang ingin menjadi penerus Land Rover Defender.
Ratcliffe, yang pernah bermain ski di Kutub Utara dan Selatan serta mendaki Matterhorn di pegunungan Alpen, adalah seorang pengambil risiko tapi ia mengatakan tidak akan mengambil risiko yang tidak perlu.
"Sebagai gambaran buat Anda, saya tidak akan terjun dari pesawat karena hidup dan mati Anda tergantung dengan seberapa baik seseorang mengemas parasut Anda," kata Ratcliffe kepada The Times pada awal tahun ini.
"Saya cukup berhati-hati, tapi Anda hidup hanya sekali jadi Anda akan merasa lebih hidup apabila Anda menantang diri Anda lebih banyak."
Berapa besar risiko yang diambil Ratcliffe ketika membeli United masih menjadi perdebatan.
Sementara INEOS mengatakan bisnisnya adalah "membantu atlet-atlet luar biasa meraih hal-hal yang luar biasa", waktu akan membuktikan apakah Ratcliffe dapat membalikkan nasib klubnya yang terpuruk untuk kembali meraih kejayaannya.
Berita Terkait
-
Prediksi Manchester United vs Aston Villa di Liga Inggris: Preview, Head to Head, Skor, Link Live Streaming
-
Jadwal Boxing Day Liga Inggris: Manchester United vs Aston Villa, Arsenal Lakoni Derbi London
-
2 Tahun Menganggur, Ole Gunnar Solskjaer Siap Kembali Jadi Pelatih, Yang Pasti Bukan Balik ke Manchester United
-
Catatan Memalukan Chelsea, Tim Liga Inggris Paling Banyak Kalah di 2023
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat