Suara.com - Timnas Indonesia layak percaya diri menghadapi Irak pada laga matchday perdana Grup D Piala Asia 2023 di Qatar. Meski tidak diunggulkan, skuad Garuda layak optimis melihat faktor sejarah di Piala Asia.
Piala Asia 2023 siap digelar mulai 12 Januari ini hingga 10 Februari 2024 di Qatar. Sebanyak 24 tim akan bertarung memperebutkan gelar juara edisi ke-18 dari turnamen kontinental tertua kedua di dunia tersebut.
Mulanya Piala Asia terbaru ini dijadwalkan kick-off di 2023, namun turnamen harus tertunda setelah China mengundurkan diri sebagai tuan rumah imbas diterapkannya kebijakan penanggulangan pandemi Covid-19 oleh pemerintah setempat.
Pada Oktober 2022, Qatar akhirnya diumumkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai tuan rumah Piala Asia 2023 menggantikan China, namun turnamen baru akan start di Januari 2024.
Piala Asia 2023 ini juga menjadi ajang yang ditunggu-tunggu segenap pecinta sepak bola Tanah Air. Pasca penantian panjang selama 17 tahun, Timnas Indonesia akhirnya akan kembali tampil di putaran final pesta sepak bola terakbar Benua Asia ini.
Timnas Indonesia tergabung di Grup D Piala Asia 2023 bersama Jepang, Irak dan Vietnam. Skuad Garuda akan memulai perjalanannya dengan menghadapi Irak pada 15 Januari 2024 di Stadion Ahmed bin Ali, Al Rayyan, Qatar.
Praktis, Irak jauh lebih diunggulkan menang atas Timnas Indonesia di laga nanti. Faktor pertama adalah ketimpangan ranking FIFA antara Irak dan Indonesia. Irak kini menempati peringkat 63 dunia, sedangkan Timnas Indonesia berada di posisi 146 dunia.
Selain itu, di pertemuan terakhir atau tepatnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada pertengahan November 2023 lalu, Timnas Indonesia digasak 1-5 di kandang Irak.
Meski demikian, Timnas Indonesia tetap layak untuk percaya diri menatap laga pertama mereka di Piala Asia 2023. Faktor historis jadi alasannya.
Fakta menarik, di empat edisi keikutsertaan Timnas Indonesia sebelumnya di kancah Piala Asia, skuad Garuda tak pernah kalah di laga pertama mereka.
Sebelum 2023, Timnas Indonesia tampil di Piala Asia 1996, 2000, 2004 dan 2007. Di Piala Asia 1996 yang dilangsungkan di Uni Emirat Arab, Timnas Indonesia bermain 2-2 dengan Kuwait.
Dalam laga tersebut tercipta gol salto indah yang dilesakkan bomber Timnas Indonesia, Widodo C. Putro. Selanjutnya di Piala Asia 2000 yang dilangsungkan di Lebanon, Timnas Indonesia lagi-lagi bersua Kuwait. Hasilnya, Timnas Indonesia bermain 0-0 dengan Kuwait.
Lanjut ke edisi 2004 yang dilangsungkan di China. Dihadapkan dengan Qatar yang ditangani Philippe Troussier, Timnas Indonesia menang 2-1! Gol Ponaryo Astaman dari luar kotak penalti menarik perhatian saat itu.
Terakhir, pada Piala Asia 2007 yang digelar di Tanah Air, Timnas Indonesia menang 2-1 atas Bahrain di laga perdana. Jika ditarik kesimpulannya, Timnas Indonesia tidak pernah kalah di laga perdana Piala Asia.
Ditambah lagi, lawan-lawan Timnas Indonesia di atas berasal dari Asia Barat, layaknya Irak yang merupakan lawan perdana skuad Garuda di Piala Asia 2023.
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey