Suara.com - Timnas Indonesia sejatinya memiliki dua pemain keturunan di pos penjaga gawang jelang memainkan laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia mulai 5 September 2024 mendatang. Mereka adalah Maarten Paes dan Cyrus Margono.
Namun, baik Maarten Paes dan Cyrus Margono, memiliki masalahnya masing-masing sehingga hingga kini belum bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Maarten Paes, yang sudah mendapatkan status warga negara Indonesia (WNI) pada akhir April lalu, masih harus menunggu tanpa tahu kapan bisa membela Garuda.
Hal itu terjadi lantaran proses perpindahan federasi dari KNVB (Belanda) ke PSSI masih terganjal aturan FIFA.
Paes tidak memenuhi syarat FIFA terkait artikel 9 ayat 2 soal pergantian asosiasi. Hal itu lantaran dia pernah bermain untuk Belanda U-21 di Kualifikasi Euro U-21 2021 saat usianya sudah menginjak 22 tahun.
Salah satu aturan dalam regulasi FIFA itu menyebut bahwa seorang pesepak bola bisa berganti tim nasional jika berusia di bawah 21 tahun saat kali terakhir membela negara pertamanya baik di level junior maupun senior dalam pertandingan resmi.
PSSI pun disebut tengah mengajukan banding ke pengadilan olahraga atau Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).
Sebelum masalah itu diselesaikan, kiper 25 tahun yang saat ini membela klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas itu masih harus menunggu waktu debutnya.
Sementara itu, Cyrus Margono telah resmi menjadi WNI setelah mengikuti prosesi pengambilan sumpah menjadi WNI di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta, Jakarta Timur pada 21 Maret 2024 lalu.
Belum diketahui apakah perpindahan federasi Cyrus Margono di FIFA telah selesai. Namun, andaipun sudah selesai, kiper Panathinaikos B itu sejauh ini belum mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia.
Berbeda dengan Maarten Paes, masalah yang dialami Cyrus adalah soal selera dari pelatih Shin Tae-yong. Juru taktik asal Korea Selatan tersebut sepertinya belum tertarik untuk memanggil sang kiper.
Hal itu terbilang wajar mengingat Cyrus Margono menjalani proses perpindahan kewarganegaraan tanpa adanya rekomendasi dari Shin Tae-yong.
Patut dinantikan siapa dari dua kiper tersebut yang akan lebih dulu menjalani debut bersama Timnas Indonesia. Agenda Garuda terdekat adalah putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada September mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan