Suara.com - Mantan striker Timnas Indonesia U-23, Syamsir Alam, mengirimkan nasihat kepada kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Syamsir bahkan meminta Asnawi untuk meniru cara Maarten Paes yang lebih elegan.
Nasihat yang diberikan Syamsir Alam ini berkaitan dengan komentar yang disampaikan Asnawi Mangkualam lewat fitur exclusive di akun Instagramnya. Fitur ini hanya membuka kesempatan bagi para pelanggan berbayar untuk menikmati konten eksklusif tersebut.
Syamsir menyoroti sikap Asnawi yang sangat reaktif terhadap komentar-komentar yang disampaikan netizen. Menurut Syamsir, hal semacam itu sebetulnya tak perlu dilakukan Asnawi sebagai pemain tim nasional.
“Gue punya pesan buat Asnawi ya. Karena, gue merasa enggak enak mau DM dia karena takut ganggu. Saat ini, anak-anak Timnas Indonesia kan menggunakan fitur exclusive (di Instagram),” ujar Syamsir Alam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
“(Di futur exclusive) Dia (Asnawi Mangkualam) menulis, ‘Kalau mau komen, ya yang membangun dong’. Menurut gue, itu enggak perlu sama sekali. Enggak perlu,” tambah eks pemain Timnas Indonesia U-23 itu.
Syamsir bahkan meminta Asnawi untuk bersikap lebih dewasa seperti Maarten Paes. Kiper FC Dallas itu memberikan respons yang sangat diplomatis dan dewasa ketika Timnas Indonesia kalah dari China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Nasihat ini disampaikan lelaki berusia 32 tahun itu karena pernah mengalami hal yang serupa. Ketika itu, Syamsir bahkan harus membalas satu per satu komentar yang menyudutkannya di media sosialnya.
“Contoh saja Maarten Paes. Kalau dia, menulisnya seperti ini, ‘Good atmosphere (atmosfer yang bagus). Namun, ini bukan hasil yang kita mau’. Nah, seperti itu saja. Tidak perlu penjelasan yang lain-lain lagi,” ujarnya.
“Karena, gue mengalami banget yang seperti ini di zaman Twitter. Gue sampai ditegur sama orang federasi (PSSI) karena setiap komentar gue balas. Jadi, rasanya loe kayak berantem sama angin,” lanjutnya.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Thomas Poll, Calon Bek Kiri Baru Timnas Indonesia
Menurut Syamsir, Asnawi tak perlu panjang lebar memberikan penjelasan di media sosial. Sebab, sebagai pesepak bola, jawaban terbaik yang bisa diberikan untuk membalas kritik ialah dengan bermain bagus di laga berikutnya.
“Gue pernah mengalami dan gue ingin bilang ke dia bahwa ini enggak akan ada habisnya. Dan loe malah makin dihujat. Enggak perlu penjelasan apa-apa. Penjelasannya ya di November nanti. Sudah, begitu saja. Tidak perlu penjelasan apa-apa lagi,” ujarnya.
“Menuru gue, enggak usah lah begitu-begitu. Karena nanti akan memecah konsentrasi loe juga. Kita sudah tahu kita sungguh-sungguh membela negara kita. Tapi kita juga tidak selalu bermain bagus,” lanjutnya.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Kelebihan dan Kekurangan Thomas Poll, Calon Bek Kiri Baru Timnas Indonesia
-
Nominasi Penyelamatan Terbaik MLS 2024, Maarten Paes Bersaing dengan Lloris hingga Rekan Messi
-
Jadi Bahan Eksperimen Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk: Lebih Menyenangkan
-
Pakar Asing: Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ubah Peta Kekuatan Sepak Bola Asia
-
Perbedaan Skema 3 Bek Timnas Indonesia dan Jepang: Formasi Identik tapi Beda Taktik
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan