Suara.com - Indonesia memiliki begitu banyak pemain diaspora yang berkarier diberbagai negara termasuk di kompetisi top Eropa. Terkini ada Justin Bakker, pemain milik klub kasta kedua Liga Belanda, Vitesse.
Justin Bakker disebut-sebut merupakan sepupu dari pemain keturunan milik klub raksasa Prancis Lille, Mitchel Bakker.
Dengan fakta Mitchel Bakker punya darah Indonesia, Justin Bakker di atas kertas juga memiliki keterikatan dengan Tanah Air.
Meski demikian, seperti halnya Mitchel Bakker, Justin Bakker kemungkinan juga tidak memenuhi syarat untuk dinaturalisasi demi Timnas Indonesia.
Profil Justin Bakker
Justin Bakker lahir di Amsterdam pada 3 Maret 1998. Dia bisa bermain sebagai bek tengah (CB) dan bek kiri (LB) dan kini berkarier untuk Vitesse Arnhem, klub di divisi kedua Belanda.
Dengan tinggi 1,89 meter dan kaki kiri dominan, ia memiliki potensi besar sebagai jenderal lini pertahanan di masa depan.
Berdasarkan data Transfermarkt, Justin Bakker telah tampil 11 kali untuk Vitesse musim ini dengan total 906 menit di atas lapangan.
Sebelum memperkuat Vitesse, dia sempat membela sesama klub Belanda Go Ahead Eagles. Klub terakhirnya sebelum Vitesse adalah tim kasta teratas Liga Finlandia, Kuopion Palloseura.
Baca Juga: Diberondong 4 Gol Timnas Indonesia U-20, Pelatih India: Laganya Tak Terlalu Sulit
Justin Bakker Bisa Bela Timnas Indonesia?
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengisyaratkan federasi tidak akan mengusahakan naturalisasi Mitchel Bakker.
Meski punya garis keturunan Indonesia, Mitchel mendapatkannya dari buyutnya, bukan dari kakek atau nenek yang menjadi salah satu syarat maksimal seorang pemain bisa melakukan perubahan asosiasi di FIFA.
"Garis keturunannya dari buyutnya," ujar Arya Sinulingga dikutip dari kanal YouTube miliknya, Kamis (23/1/2025).
"Jadi, susah untuk kami mengejar dia. Kami mendapatkan informasi mengenai dia, kami lihat terlalu jauh."
Merujuk itu, situasi tak berbeda jauh mungkin juga dihadapkan pada Justin Bakker.
"Maksimal generasi kedua. Batasnya kakek atau nenek. Kayak Malaysia yang gagal itu karena dari buyutnya, bukan kakek atau nenek," kata Arya Sinulingga.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat