Suara.com - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, memberikan kritikan keras kondisi lapangan di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, Jawa Timur, ketika timnya ditahan imbang imbang 1-1 oleh Arema FC dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025.
Menurutnya, lapangan di Stadion Soepriadi sama sekali tidak bagus. Sehingga membuat permainan skuat Juku Eja menjadi tidak bisa berkembang.
"Bagaimana pemain ingin menampilkan permainan yang bagus di kondisi lapangan seperti ini? Tidak ada kesempatan, itu tidak mungkin. Lapangan ini sama sekali tidak bagus," kata Bernardo.
Menurut dia, Liga 1 adalah divisi elite sepakbola Indonesia yang harus mengedepankan kualitas fasilitas pertandingan, yang penting bukan saja untuk kelancaran taktik permainan, tetapi juga memberikan jaminan keselamatan bagi pemain.
"Saya harus membuat tiga pergantian pemain karena cedera karena lapangan buruk," kata dia.
Tapi pelatih berkebangsaan Portugal ini mengapresiasi kerja keras para pemain hingga akhir pertandingan karena meski tidak menang setidaknya perjalanan jauh ke Blitar berbuah satu poin untuk modal melawan PSIS Semarang pada 16 Februari 2025.
"Sejauh ini saya cukup bangga dengan pemain karena mendapatkan satu poin. Kami ke sini menghadapi Arema FC yang punya waktu persiapan lebih panjang," ujar dia.
Pemain PSM Makassar Daffa Salman berterima kasih kepada suporter PSM yang selalu memberikan dukungan, meskipun timnya masih belum bisa bermain kembali di Gelora B.J Habibie.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan para suporter. Kami bangga dan kami bersyukur atas satu poin ini," kata dia.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Balotelli Kartu Merah, Arema FC Tahan PSM Makassar
Daffa menyatakan meski bermain di bawah tekanan Arema FC, PSM menunjukkan semangat pantang menyerah yang bahkan sanggup unggul lebih dahulu berkat gol Nermin Haljeta pada menit ke-64.
"Alhamdulillah juga tadi kami bisa unggul terlebih dahulu, walaupun setelahnya kebobolan tapi kami sudah berusaha. Setelah ini kami fokus bisa tampil lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya," tuturnya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Hasil BRI Liga 1: Balotelli Kartu Merah, Arema FC Tahan PSM Makassar
-
3 Hal Menarik yang Terjadi saat Ze Gomes Tangani Arema FC
-
Pasukan Ramang Luar Biasa! PSM Melaju ke Semifinal ASEAN Club Championship
-
Noh Alam Shah Ceritakan Alasan Jadi Sopir Taksi Online pada 2014
-
Jadwal ASEAN Club Championship Pekan Ini: PSM Makassar dan Borneo FC Kompak Hadapi Klub Vietnam
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?