Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengaku jika sang istri sudah tinggal di Lombok selama tiga tahun dan memiliki restoran.
Hal itu dilontarkan Kevinn Diks dalam podcast The Haye Way bersama Thom Haye, publik Tanah Air pun terkejut dengan itu.
Berawal dari netizen yang bertanya kepada Kevin Diks, di mana tempat favoritnya ketika berada di Indonesia.
Kevin Diks pun menjawab Lombok, karena istrinya ternyata tinggal di Lombok selama tiga tahun terakhir dan sudah memiliki bisnis.
Bisnis yang digeluti istri Thom Haye adalah restoran, ia pun menceritakan pengalamannya ketika berada di Indonesia.
Soal keindahan Lombok, tempat wisata Indonesia yang tak cuma Bali tetapi juga ada Raja Ampat di Irian Jaya.
"Sejauh ini Lombok ya, kenapa, istri dan keluarga saya tinggal di sana. Mereka sudah tinggal di sana saya pikir sudah selama tiga tahun, kami punya restoran di sana," kata Kevin Diks.
"Dan saya juga punya rencana membangun sebuah hotel di sana. Saya suka berada di sana, seperti ketika saya berada di Bali. Tetapi sekarang banyak turis di sana, Anda tidak bisa pergi dari A ke B tanpa terjebak macet, terlalu lama," lanjutnya.
"Dan Lombok seperti surga yang tidak tercakup, sungguh menakjubkan, kami menginap di hotel yang sangat bagus di sana. Saya juga pernah ke sana sebenarnya, memiliki tempat bersama seperti Raja Ampat yang sangat jauh tetap dekat dengan Guinea," imbuhnya.
Baca Juga: Bukan Patrick Kluivert, Sandy Walsh Lebih Dulu Ingin Bikin Bangga Sosok Ini
Siapa Istri Kevin Diks?
Dialah Demi van Drogen, sosok wanita asal Belanda yang sudah menjalin hubungan asmara dengan Kevin Diks sejak 2012.
Demi van Drogen sebelumnya aktif bermain di media sosial, membagikan berbagai momen bersama Kevin Diks dan sang anak.
Seperti misalnya pada 2017 lalu, ia bersama Kevin Diks terlihat menghabiskan liburan bersama di Indonesia.
Kevin Diks dan Demi van Drogen mulai menjalin hubungan smara saat masih berusia 15 tahun, meski awalnya sempat ditolak.
Barulah ketika Demi van Drogen mengetahui status Kevin Diks sebagai pesepak bola profesional, ia menerimanya.
Berita Terkait
-
Bukan Patrick Kluivert, Sandy Walsh Lebih Dulu Ingin Bikin Bangga Sosok Ini
-
Jomplang! Beda Harga Pasar Skuat Timnas Indonesia U-20 vs Iran U-20
-
Iran U-20 Superior Dibanding Timnas Indonesia U-20, Erik Thohir Ingatkan Indra Sjafri
-
Statistik Mengerikan Iran U-20, Lawan Perdana Timnas Indonesia U-20
-
Timnas Indonesia U-20 vs Iran di Laga Perdana Piala Asia, Cuaca Bakal Jadi Kendala?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Jangan Asal Congkel, Ini 6 Cara Membersihkan Bunga Es di Freezer Secara Efektif
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan
-
Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi