Suara.com - Mantan asisten pelatih yang pernah membantu Sir Alex Ferguson mengasuh Manchester United, Rene Muelensteen, ternyata kini membantu Tony Popovic sebagai asisten pelatih Timnas Australia.
Dalam keterangan yang dihimpun dari situs Transfermarkt, Rene Muelensteen tercatat menjabat sebagai salah satu asisten pelatih yang bertugas mengasuh Timnas Australia sejak tahun 2018 sampai saat ini.
Selama melewati periode tersebut, juru taktik berusia 60 tahun ini telah membantu beberapa nama pelatih. Yang paling utama tentu saja ialah Graham Arnold dalam periode 2018 hingga 2024 sebanyak 56 pertandingan.
Tentu saja, hadirnya Rene Muelensteen yang pernah meraih banyak kesuksesan bersama Manchester United bisa menjadi salah satu tantangan bagi skuad Merah Putih jelang pertemuan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Mengenal Rene Muelensteen
Pelatih bernama lengkap Reinhard Jozef Petrus Meulensteen ini memang tak memiliki kiprah yang mentereng ketika masih aktif bermain. Sebab, nyaris semua pencapaiannya diraih ketika sudah terjun melatih.
Juru taktik kelahiran Beugen, Belanda, itu awalnya mengawali karier sebagai pelatih tim junior NEC Breda 1990-1993 ketika masih bermain. Lalu, dia pernah mengasuh Timnas Qatar U-18 (1993-1999), Al-Ittihad (1999-2000), dan Al-Sadd (2000-2001).
Namun, Rene Meulensteen merupakan salah satu otak di balik kesuksesan Manchester United selama berada di bawah arahan Sir Alex Ferguson.
Lelaki kelahiran Beugen, Belanda, 25 Maret 1964 itu menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson untuk menangani tim utama Manchester United.
Baca Juga: Susunan Tim Pelatih Timnas Australia, Ternyata Ada yang dari Belanda dan Pernah Bantu Alex Ferguson
Karier Rene Meulensteen di tim Setan Merah sebetulnya sudah bermula sejak tahun 2001. Saat itu, dia mengawali kiprahnya sebagai pelatih akademi.
Rene bekerja di akademi MU selama kurang lebih lima tahun. Sementara pada tahun 2005, dia diangkat untuk menjadi pelatih kepala tim cadangan MU (reserves).
Sebetulnya, Rene sempat bekerja sebagai pelatih kepala klub asal Denmark, Brondby, selama satu musim, yakni pada 2006/2007.
Namun, Sir Alex Ferguson memintanya untuk kembali ke Old Trafford untuk menjabat sebagai pelatih teknis tim utama Manchester United.
Posisi itu diduduki Rene selama semusim, yakni mulai 18 Januari 2007 hingga 18 Agustus 2008. Kemudian, ia diangkat sebagai asisten manajer Sir Alex Ferguson.
Pekerjaan ini berlangsung cukup lama, yakni mulai tahun 2008 hingga Sir Alex Ferguson memutuskan untuk pensiun dari jabatannya pada 2013.
Selama menjabat sebagai pelatih di skuad utama, Rene Meulensteen berjasa besar membantu Sir Alex Ferguson meraih sejumlah gelar juara.
Di kompetisi Liga Inggris, setidaknya ada tiga gelar yang sukses diamankan, yakni pada edisi 2008/2009, 2010/2011, dan terakhir 2012/2013.
Sementara itu, MU juga sukses meraih tiga trofi Community Shield pada 2008, 2010, dan 2011. Lalu, ada dua Piala Liga yang sukses diraih, yakni pada musim 2008/2009 dan 2009/2010.
Salah satu pencapaian besar Rene Meulensteen bersama Sir Alex Ferguson ialah meraih gelar juara Liga Champions pada edisi 2007/2008 serta Piala Dunia Antarklub pada 2008.
Setelah Fergie pensiun, Rene juga ikut angkat kaki dari Old Trafford. Pasalnya, manajer penggantinya saat itu, David Moyes, memutuskan untuk membawa staf kepelatihannya sendiri di Setan Merah.
Kariernya kemudian berlanjut di klub FC Anzhi Makhachkala klub asal Rusia yang saat itu dilatih oleh Guus Hiddink.
Setelah itu, ia meninggalkan Rusia dan kembali melatih di Inggris. Rene sempat membantu Martin Jol di Fulham sebagai asisten pelatih.
Namun, tiga pekan kemudian, Jol didepak oleh Fulham dan Rene ditunjuk untuk menggantikan posisi tersebut.
Sementara itu, karier Rene di skuad timnas Australia sudah dimulai sejak tahun 2018. Saat itu, dia dikontrak sebagai asisten pelatih. Pekerjaan itu masih dijalaninya sampai saat ini.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Susunan Tim Pelatih Timnas Australia, Ternyata Ada yang dari Belanda dan Pernah Bantu Alex Ferguson
-
Venue Australia vs Timnas Indonesia: Sydney Football Stadium Simpan Kenangan Buruk bagi Socceroos
-
Merah-merah, Momen Timnas Indonesia Turun dari Pesawat di Bandara Australia
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Dipastikan Absen Lawan Australia
-
Ole Romeny Akui Dihubungi Patrick Kluivert Jelang Australia vs Timnas Indonesia
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga