Suara.com - Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas mengaku diminta Gubernur Jakarta Pramono Anung untuk memberikan gelar juara pada 2027. Nah, tepat pada tahun itu Jakarta akan berusia 500 tahun.
Hal ini disampaikan Bambang Pamungkas usai dijamu Pramono dan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno di Balai Kota, Kamis (10/4/2025). Banyak hal yang dibicarakan salah satunya mengenai juara saat Jakarta berusia 500 tahun.
Sosok yang akrab disapa Bepe itu mengucapkan terima kasih atas undangan dari gubernur. Persija merasa terhormat karena diminta datang disaat tidak ada kepentingan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas undangan dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Biasanya, Persija diundang ke sini untuk mengantarkan piala," ujar Bambang Pamungkas usai pertemuan.
"Tapi kali ini, kami diundang untuk makan siang yang tujuannya adalah nantinya akan datang lagi mengantar piala," ucap legenda Timnas Indonesia tersebut.
Bepe mengatakan Persija akan melakukan persiapan yang baik. Ada waktu dua tahun supaya target menjadi juara saat Jakarta berusia 500 tahun tercapai.
"Seperti yang disampaikan, bahwa pada 2027 Jakarta akan berusia 500 tahun. Itulah kenapa kami diberi waktu dua tahun untuk bisa mempersiapkan tim mencapai juara pada 2027," sambungnya.
"Plus pada 2028 Persija akan berusia 100 tahun. Jadi ini adalah sinergi yang semoga dengan adanya dukungan dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Membuat kami lebih baik lagi ke depan," ia menambahkan.
Lebih lanjut, Bepe berharap ke depannya Persija tidak kesulitan lagi ketika ingin melakoni laga kandang di Jakarta. Ada dua opsi yang bisa dipakai Persija yaitu Jakarta International Stadium (JIS) dan Gelora Bung Karno.
Baca Juga: Pramono Anung Turun Tangan! Persija Dapat Keringanan Pajak dan Janji Carikan Sponsor!
Untuk Stadion GBK, Jakarta merupakan milik negara sehingga Persija tidak bisa seenaknya memakai. Nah, untuk JIS kepunyaan Pemerintah Provinsi Jakarta yang seharusnya bisa mengutamakan Persija.
Pada 20 Februari 2025, Pemprov lewat PT Jakarta Propertindo atau Jakpro telah melakukan penandatanganan nota kesepamahan dengan Persija yang membuat JIS menjadi markas Macan Kemayoran. Kini, Persija akan menjadi prioritas utama memakai JIS.
"Terutama seperti yang disampaikan tadi, kami bisa bermain full kandang di Jakarta sehingga kami bisa mendapatkan poin demi poin dan insyaallah kami akan berjuang di jalur juara," pungkasnya.
Persija Makin Tertinggal di Jalur Juara, Fokus Amankan Empat Besar
Persija Jakarta harus realistis menatap sisa musim Liga 1 2024/2025. Hingga pekan ke-27, Macan Kemayoran masih bertengger di peringkat keempat klasemen sementara.
Alih-alih memburu trofi, kini target mereka hanya mengamankan posisi empat besar di akhir musim. Itu pun persaingan yang ada terbilang sangat sengit.
Di atas kertas, Persija sempat menunjukkan geliat positif di pertengahan musim. Kemenangan demi kemenangan sempat membuat mereka naik ke papan atas kalsemen.
Tapi konsistensi jadi masalah klasik yang belum kunjung terpecahkan. Beberapa hasil imbang dan kekalahan krusial membuat jarak dengan pemuncak klasemen semakin menganga.
Permainan Persija sejauh ini sebenarnya cukup solid dari segi organisasi tim. Barisan belakang yang dikawal Rizky Ridho cukup disiplin, dan di lini depan, duet Gustavo Almeida dan Marko Simic mampu menciptakan ancaman. Tapi, penyelesaian akhir dan minimnya kreativitas di lini tengah kadang membuat mereka sulit membongkar pertahanan lawan.
Carlos Pena pun menyadari bahwa anak asuhnya tak lagi dalam posisi ideal untuk bersaing memperebutkan gelar. Alih-alih muluk-muluk menargetkan juara, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa fokus tim sekarang adalah bertahan di empat besar agar tetap aman dalam zona kompetisi Asia musim depan.
“Bicara juara saat ini tidak realistis. Kami lebih fokus menjaga konsistensi, evaluasi setiap pertandingan, dan pastikan kami finis di posisi empat besar,” ujar Pena dalam konferensi pers usai laga pekan ke-27.
Dengan tujuh laga tersisa, Persija harus tampil lebih tajam dan solid jika ingin menuntaskan musim sesuai target. Mentalitas, kedalaman skuad, dan kecermatan rotasi akan jadi kunci. Jika tidak, posisi empat besar bisa saja lepas dari genggaman, dan musim ini hanya akan jadi cerita “nyaris tapi gagal lagi” bagi Macan Kemayoran.
Untuk sementara Persija saat ini duduk di posisi empat klasemen dengan 43 poin. Ada sejumlah tim yang mengancam geser Macan Kemayoran seperti PSM Makassar, Malut United, Arema FC, dan Borneo FC Samarinda.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Turun Tangan! Persija Dapat Keringanan Pajak dan Janji Carikan Sponsor!
-
Witan Pastikan Gaji Tak Telat, Ferrari ke Pramono soal Performa Persija Menurun: Manusia Pak
-
Sekantong Uang dari Indonesia, Pemain Keturunan: Hati Saya Bilang Iya, tapi...
-
Timnas Indonesia U-17 Sukses ke Piala Dunia U-17 2025, PT LIB: Tak Semata-mata Mengklaim
-
Zahaby Gholy, Pembuka Keran Gol Timnas U-17 dan Aset Masa Depan Persija
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia