Suara.com - Nama Zhang Yuning tiba-tiba mencuat ke publik Indonesia setelah penyerang Timnas Tiongkok itu menyebut nama Kevin Diks saat sesi wawancara menjelang duel melawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Zhang Yuning adalah penyerang tengah berusia 28 tahun yang kini membela Beijing Guoan di Chinese Super League, liga tertinggi di Tiongkok.
Lahir pada 5 Januari 1997 di Wenzhou, Zhejiang, Zhang memiliki tinggi 1,85 meter dan dikenal sebagai penyerang yang kuat secara fisik serta tajam di kotak penalti.
Meski kini bermain di kampung halamannya, Zhang memiliki rekam jejak panjang di Eropa.
Ia sempat memperkuat klub Belanda Vitesse, lalu diboyong ke Inggris oleh West Bromwich Albion pada tahun 2017 dengan nilai transfer sekitar Rp125 miliar.
Selama masa kontraknya di West Brom, ia sempat dipinjamkan ke Werder Bremen di Jerman dan ADO Den Haag di Eredivisie.
Zhang sendiri punya alasan menyebut-nyebut nama Kevin Diks. Dia pernah jadi rekan dari bek keturunan Maluku itu ketika keduanya sama-sama di Vitesse pada musim 2016/2017.
Pada tahun 2019, Zhang kembali ke Tiongkok dan bergabung dengan Beijing Guoan. Kontraknya saat ini masih berlaku hingga akhir tahun 2028.
Sejauh ini, ia sudah mengoleksi 40 caps dan mencetak 7 gol bersama Timnas Tiongkok.
Baca Juga: Jelang Laga Kontra Cina, PSSI Sebut Tak Ada Pemain Naturalisasi Baru
Menyebut nama Kevin Diks, yang diketahui berdarah Indonesia, Zhang seolah memberi sinyal waspada pada kekuatan Garuda yang makin bertabur talenta diaspora.
Pernyataan ini mencerminkan rasa hormat, sekaligus kesadaran bahwa duel melawan Indonesia tidak bisa dianggap enteng.
Dengan pengalaman Eropa dan kontribusi di timnas, Zhang Yuning akan menjadi salah satu ancaman utama lini depan Tiongkok dalam laga penentuan kontra skuad Shin Tae-yong.
Duel Timnas Indonesia vs China Ganti Jadwal
Perubahan jadwal terjadi pada laga krusial Timnas Indonesia kontra China dalam lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pertandingan yang semula dijadwalkan pukul 19.00 WIB, kini diundur menjadi pukul 20.45 WIB pada Rabu, 5 Juni 2025—waktu yang kemungkinan bertepatan dengan malam takbiran menjelang Idul Adha.
Laga penting ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, dan menjadi momentum emas bagi skuad Garuda untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Penyesuaian jadwal ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, saat menghadapi Bahrain pada Maret lalu di tempat yang sama, Timnas juga bertanding pada pukul 20.45 WIB di tengah suasana Ramadan. Saat itu, Indonesia berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 berkat gol semata wayang dari Ole Romeny.
Meski belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pengunduran waktu kick-off kali ini, perubahan jadwal tersebut diyakini tak akan mengurangi antusiasme suporter. Justru, atmosfer malam hari di GBK kerap menghadirkan nuansa yang lebih semarak.
Pertandingan melawan China memiliki arti penting bagi Timnas Indonesia yang kini diasuh oleh pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga harapan untuk melaju ke fase berikutnya.
Dengan dukungan penuh dari ribuan suporter di SUGBK, Jay Idzes dan kolega diharapkan tampil maksimal demi mengamankan tiga poin.
Pasalnya, laga pamungkas Grup C setelah ini tak kalah berat: menghadapi tim raksasa Asia, Jepang, di kandang mereka.
Setelah duel melawan China, Timnas Indonesia akan melawat ke Jepang pada Selasa, 10 Juni 2025. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Suita Municipal Stadium, Osaka.
Melawan skuad Samurai Biru yang dikenal solid, apalagi di hadapan pendukung sendiri, bukan perkara mudah. Bahkan, hasil imbang pun dinilai akan sangat sulit diraih.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia