Suara.com - Striker timnas Indonesia, Ole Romeny mengakui bahwa memang ada rasa tertekan saat dirinya pertama datang untuk skuad Garuda.
Ole Romeny menjadi nama yang dinantikan pecinta sepak bola Tanah Air untuk membela timnas Indonesia.
Bagaimana tidak, sosoknya dianggap sebagao solusi lini serang tim Merah Putih yang belum begitu tajam
Pemain yang barkerier di Oxford United tersebut akhirnya bisa membuktikan diri kehadirannya berbuah positif.
Buktinya Ole Romeny mencetak dua gol dalam dua pertandingan bersama timnas Indonesia.
Kendati begitu, striker berusia 25 tahun ini menceritakan ia sebenarnya dapat tekanan.
Sebab, banyak harapan suporter yang harus dipikul di pundaknya sebagai ujung tombak skuad Garuda.
"Tekanan selalu ada karena banyak pembicaraan tentang saya," ucap Ole Romeny dikutip dari Kita Garuda.
Mantan pemain FC Utrecht tersebut mengatakan bahwa tugasnya sebagai penyerang adalah mencetak gol.
Baca Juga: Pelatih: Elkan Baggott Menderita
Meskipu tertekan, Ole Romeny menegaskan diriny suka dengan tantangan tersebut.
Pemain yang neneknya lahir di Medan, Sumatera Utara itu menegaskan ia percaya diri untuk jadi andalan bagi timnas Indonesia.
"Jadi, saya harus menunjukkan sesuatu. Saya suka tekanan dan selalu percaya diri," beber Ole Romeny.
"Jadi tidak mengejutkan jika saya mencetak gol," imbuhnya lagi.
Ole Romeny pun mengatakan bahwa kemenangan timnas Indonesia dari Bahrain jadi laga yang sempurna.
Apalagi dirinya berhasil mencatatkan gol pertama di kandang yaitu Stadion Gelora Bung Karno.
"Itu (menang vs Bahrain) adalah malam yang sempurna, kami tahu harus menang dan ketika kami menang, itu akan selalu terasa sempurna," ujar Ole Romeny.
"Apalagi saya bisa mencetak gol di debut kandang saya, itu sangat menyenangkan," tambahnya.
Adapun timnas Indonesia masih akan berjuang dalam dua pertandingan lgai di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Patrick Kluivert bakal melawan China dan Jepang pada Juni 2025 mendatang.
Ole Romeny Alami Nasib Miris
Meski di timnas Indonesia punya debut yang cemerlang mencetak dua gol dalam dua pertandingan, tapi nasibnya di klub justru miris.
Sejak mencetak gol bunuh diri, ia tidak lagi pernah dimainkan pelatih Oxford United sebagai starter.
Ole Romeny membuat gol bunuh diri melawan QPR pada 12 April lalu, ia mulai terpinggirkan.
Penyerang Timnas Indonesia itu sudah dua kali hanya duduk di bangku cadangan.
Ia dicadangkan saat Oxford United melawan Sheffield Wednesday (1-0), lalu bermain sebagai pengganti jumpa Leeds United (0-1), dan dicadangkan lagi saat bertemu Cardiff City (1-1).
Terbaru penyerang timnas Indonesia juga duduk manis di bangku cadangan saat Oxford United mengalahkan Sunderland dengan skor 2-0.
Tentu saja situasi ini gawat untuk Ole Romeny karena harus segera bangkit untuk bisa rebut kembali kepercayaan pelatih Oxford United.
Hal tersebut demi menjaga match fitness Ole Romeny sebelum membela timnas Indonesia di periode Juni 2025 mendatang lawan China serta Jepang.
Berita Terkait
-
2 Pemain yang Bakal Lawan Timnas Indonesia Bak Jimat Bagi Liverpool untuk Juara Liga Inggris
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Klubnya Berpotensi Terdegradasi dari Kasta Tertinggi
-
Pujian Setinggi Langit Guru Patrick Kluivert untuk Egy Maulana Vikri: Bak Lionel Messi
-
Senggol Patrick Kluivert: Legenda Timnas Indonesia Buka Suara tentang Yakob dan Yance Sayuri
-
Julukan Baru Joey Pelupessy Bodyguard The Professor, Thom Haye: Julukan yang Bagus
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
-
Tak Lazim, Spanyol Bakal Bawa 4 Kiper ke Piala Dunia 2026?
-
Kekuatan 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Asal-usul Darah Indonesia Tony Kouwen, Kiper Muda yang Trial di Atletico Madrid
-
Intip Statistik Mentereng Elkan Baggott Bersama Ipswich Town di Piala FA
-
Rekor Maarten Paes Lawan Klub Justin Hubner: Catatan Clean Sheet dan Pesta Gol
-
Psywar Federico Barba ke Ratchaburi FC: Sampai Bertemu di Bandung