Suara.com - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, melontarkan pesan penuh makna menjelang duel panas El Clásico melawan Barcelona yang akan berlangsung di Camp Nou, Barcelona, Minggu (11/5/2025) malam WIB.
Dalam konferensi pers terakhir sebelum laga seperti dikutip dari Marca, Minggu (11/5/2025) siang WIB, sang pelatih Italia mengakhiri pernyataannya dengan tantangan kepada para pemainnya: "Kalau mereka dengarkan saya, hasilnya akan bagus."
Ucapan tersebut menggambarkan keyakinan sekaligus tekanan yang dihadapi Ancelotti, terutama setelah Real Madrid menelan tiga kekalahan beruntun dari Barcelona di musim sebelumnya.
Tak hanya menjadi laga penuh gengsi, El Clásico kali ini juga punya dampak besar terhadap perebutan gelar juara La Liga musim ini.
Pentingnya Bola Mati dan Strategi Serangan Balik
Dalam konferensi pers yang dipenuhi pertanyaan penting, Ancelotti menegaskan bahwa keberhasilan Real Madrid dalam pertandingan nanti sangat bergantung pada bagaimana para pemain menerapkan instruksinya, terutama dalam situasi bola mati dan transisi.
"Selama dua tahun terakhir, kami fokus berlatih bola mati. Final Copa del Rey jadi bukti bahwa kami punya dua eksekutor hebat: Arda Güler dan Luka Modric. Tchouaméni juga sangat kuat dalam penyelesaian akhir. Sayangnya, kami kehilangan Rüdiger yang biasanya jadi andalan di situasi seperti ini," ujar Ancelotti.
Ia juga menyoroti celah dalam pertahanan Barcelona yang bisa dimanfaatkan. "Barcelona bermain dengan garis pertahanan tinggi dan mengandalkan jebakan offside."
"Ada beberapa aspek yang bisa kami eksploitasi, dan semuanya sudah kami latih. Kalau para pemain mendengarkan saya, semuanya akan berjalan dengan baik," tambahnya.
Baca Juga: Bawa Inter Milan ke Final, Bek Berdarah Jawa Ini Luapkan Emosi
Ancelotti tidak menutupi kenyataan bahwa menghadapi Barcelona adalah tugas yang sangat berat, apalagi di musim ini.
Ia menyebutkan bahwa meskipun laga terakhir sedikit lebih mudah, secara umum Blaugrana tetap tim yang mampu menekan lawan hingga ke kotak penalti sendiri.
"Melawan Barcelona selalu rumit, lebih-lebih musim ini. Mereka adalah tim yang bisa menekan siapa pun di wilayah pertahanan sendiri. Kami harus bertahan dengan sangat baik, tapi kami juga akan punya peluang, dan kami harus memanfaatkannya," jelas eks pelatih AC Milan hingga Chelsea itu.
El Clásico, Penentu Nasib LaLiga
Kemenangan di El Clásico kali ini bukan hanya soal prestise, tapi bisa menjadi titik balik dalam perebutan gelar La Liga.
Real Madrid saat ini tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, dan memangkas jarak itu akan membuka peluang baru menuju juara.
"Jika kami menang, perburuan gelar La Liga akan terbuka lebar. Dalam liga seperti ini, kontinuitas adalah kunci," jelas Ancelotti.
"Saya tahu pertandingan ini bisa mengubah arah musim. Kami akan menjelaskan dengan detail seperti apa laga nanti berlangsung. Yang jelas, segalanya bisa terjadi," ungkap pelatih berusia 65 tahun itu.
Ancelotti dan Cinta Abadinya untuk Madrid
Di tengah isu seputar kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Bayer Leverkusen, Ancelotti tidak ingin banyak berkomentar.
Ia hanya menyampaikan pujian atas kinerja Alonso dan menyatakan bahwa pintu Real Madrid akan selalu terbuka untuknya.
Namun, yang paling menyentuh adalah pernyataan Ancelotti tentang hubungan emosionalnya dengan Real Madrid.
"Hubungan saya dengan Madrid adalah seperti bulan madu yang tidak pernah berakhir. Seperti Milan, Madrid akan selalu punya tempat khusus di hati saya. Pada awalnya penuh gairah, lalu tumbuh menjadi kasih sayang. Bulan madu ini akan berlangsung sampai akhir hayat saya," ucapnya penuh perasaan.
Ketika diminta memilih tiga pertandingan paling berkesan dari total 350 laga yang sudah dan akan ia jalani bersama Real Madrid, Ancelotti tanpa ragu menyebut: "Lisbon, Paris, dan Wembley." Tiga tempat itu tentu mengacu pada momen-momen emas bersama Los Blancos di Liga Champions.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat