Suara.com - Wacana PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk klub di Liga 1 mendaftarkan 11 pemain asing jadi sorotan banyak pihak.
Menurut bos PT LIB, Ferry Paulus, wacana tersebut telah disampaikan ke pihak PSSI. Namun yang perlu dicatat, nantinya tidak 11 pemain asing itu yang didaftarkan bisa bermain semua.
Ferry Paulus bilang nantinya hanya 8 pemain asing yang didaftarkan bisa dimainkan oleh satu tim.
Meski kata Ferry, wacana tersebut tergantung dari keputusan PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia.
"Kalau musim depan, yang didaftarkan 11 yang dimainkan 8. Tapi tergantung PSSI yang memutuskan. Kemudian untuk musim 2026/2027, sebelas-sebelasnya bisa main. Kalau feeling saya rasanya belum dipenuhi. Tapi apakah 8 didaftarkan dan 8-nya boleh main, saya belum punya feeling sampai ke sana," ujar Ferry.
Wacana ini langsung jadi sorotan media tetangga Vietnam. Salah satu media Vietnam, znews seperti dilansir Suara.com, Sabtu (17/5) membandingkan wacana PT LIB itu dengan kompetisi di negara Asia lainnya.
Liga Thailand musim ini misalnya punya kebijakan setiap tim mendaftarkan 10 pemain asing, 3 pemain non Asia, 3 pemain Asia dan 4 pemain dari ASEAN.
"Namun dengan maksimal hanya 8 pemain asing di lapangan," tulis media Vietnam tersebut.
Sementara Liga Vietnam atau V League punya aturan lebih ketat soal pemain asing. Di musim ini, otoritas V League hanya memungkina setiap tim mendaftarkan 3 pemain asing dan semuanya boleh berada di lapangan.
Baca Juga: Tak Peduli PSS Sleman Bakal Degradasi, Tanpa Rasa Kasihan Persija Bidik Poin di Maguwoharjo
"Di Asia, hanya Saudi Pro League yang mengizinkan setiap klub mendaftarkan 10 pemain diantara 25 pemain mereka. Namun dari jumlah itu hanya 8 yang diizinkan untuk bermain,"
Respon Striker Lokal
Striker Timnas Indonesia era Shin Tae-yong yaitu Dimas Drajad mengaku tidak masalah andai benar Liga 1 musim depan setiap tim bisa mendaftarkan 11 pemain asing.
Menanggapi hal tersebut Dimas Drajad mengaku tidak masalah, malahan jadi motivasi baginya buat bersaing mendapatkan posisi utama di dalam tim.
"Mungkin dari saya sebagai pemain tidak ada masalah," kata mantan pemain Persikabo itu kepada awak media di Tangerang.
"Mau ada pemain asing 11, 20, sama saja, yang terpenting sama-sama bermain sepakbola, saya sebagai pemain lokal saya akan berusaha keras supaya bisa bermain," jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menyambut baik keputusan ini karena bisa membuat tim bersaing di level Asia.
Menurutnya, tim-tim lain di Asia sudah menerapkan aturan membebaskan penggunaan pemain asing dalam sebuah pertandingan.
"Saya pikir ini terkait dengan peraturan AFC, jelas, dengan bertambahnya pemain asing, Anda akan mendapatkan liga yang semakin ketat," terang Bojan Hodak.
"Jadi, untuk pemain lokal yang ingin masuk ke tim, kualitas dalam latihannya, pertandingannya patut ditingkatkan. Tentu saja, liga akan semakin lebih baik dan kuat."
"Itulah mengapa, seperti yang saya katakan, kita perlu mendapatkan hasil yang lebih bagus di AFC daripada tim-tim yang lolos kualifikasi. Ketika Anda meningkatkan standar sepakbola di liga, tentu pemain akan semakin membaik," tutupnya.
Adapun Liga 1 2025/2026 dijadwalkan kick off pada 1 atau 2 Agustus mendatang.
Penggunaan 11 pemain asing untuk Liga 1 musim depan saat ini masih dalam bentuk proposal, sehingga belum tentu disahkan oleh PSSI.
“Untuk musim depan, pemain asing yang boleh didaftarkan itu ada 11 nama dan hanya delapan pemain saja yang bermain di lapangan,” ujar Ferry Paulus.
Berita Terkait
-
Tak Peduli PSS Sleman Bakal Degradasi, Tanpa Rasa Kasihan Persija Bidik Poin di Maguwoharjo
-
Operasional VAR Liga 1 Dikritik Banyak Pihak, PSSI Perlu Lakukan Evaluasi
-
Hasil BRI Liga 1: Yance Sayuri Hattrick, Malut United Bantai PSIS Semarang
-
3 Pihak Blak-blakan Beri Dukungan untuk Yuran Fernandes, Komdis PSSI Revisi Hukuman
-
Joaquin Gomez Pasang Target Tinggi, Borneo FC Bertekad Finis di Empat Besar
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan