Suara.com - Jelang pertandingan Timnas Indonesia vs China dalam lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, publik China ketar-ketir dengan militansi suporter Garuda.
Salah satu media China menyebut di luar kemewahan Timnas Indonesia yang dihuni pemain naturalisasi, suporter jadi faktor yang bisa membuat pemain China tertekan.
Menurut media China itu, suporter Garuda bisa menyulap tempat pertandingan Timnas Indonesia vs China, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi kandang setan.
"Suporter Garuda sangat fanatik dan bisa membuat kondisi stadion layaknya kandang setan," tulis media China Chengdu Cover News seperti dikutip Suara.com, Rabu (4/6).
"Suasana seperti ini akan sangat mendongkrak moral tim tuan rumah dan menciptakan tekanan psikologis pada tim tamu. Keunggulan tuan rumah ini tidak boleh diremehkan," sambung media China tersebut.
Meski begitu, media China itu menuliskan bahwa kondisi Timnas Indonesia saat ini di sisi lain sangat menguntungkan anak asuh Branko Ivankovic.
"Striker utama Indonesia itu sempat terpuruk setelah sempat bermain di Liga Australia," sebut media China itu.
"Selain itu, dua gelandang mereka juga terkena sanksi larangan bermain. Semua itu jadi kabar baik untuk timnas China,"
China Larang Media Indonesia Meliput
Baca Juga: Kontroversi Latihan Tertutup Timnas China : Aroma Tak Sedap dan Pembatasan Media Indonesia
Media asal Indonesia dilarang meliput latihan tim nasional China yang berlangsung di Lapangan A, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (3/6/2025) malam WIB.
Bukan cuma itu saja, aroma tidak sedap seperti bau sampah menyengat di area lapangan tempat China berlatih.
Tidak diketahui dari mana asal bau sampah itu berasal, namun membuat awak media asal Indonesia yang berada di depan pintu gerbang lapangan A merasa tidak nyaman.
Belum diketahui apakah aroma tidak sedap tersebut sampai ke dalam lapangan yang bisa saja mengganggu latihan.
Adapun rombongan China datang menggunakan bus sekitar pukul 18.45 WIB untuk berlatih.
Pengawalan ketat langsung dilakukan ketika tim nasional China datang hingga memasuki area lapangan.
Tag
Berita Terkait
-
Kontroversi Latihan Tertutup Timnas China : Aroma Tak Sedap dan Pembatasan Media Indonesia
-
Erick Thohir Ingin Naturalisasi Penyerang Lagi, 3 Pemain Keturunan Ini Bisa Jadi Opsi
-
Bau Busuk Sambut China di SUGBK: Media Indonesia Dilarang Meliput!
-
Debut Lawan Cina, Emil Audero Ungkap Kondisi Terkini Skuad Timnas Indonesia
-
Dalih Pelatih Malaysia yang Tolak Tantangan dari Timnas Indonesia
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Man City Kudeta Arsenal dari Posisi Puncak, Pep Guardiola: Kota Ini Mau Juara!
-
106 Hari Melatih 5 Kekalahan Beruntun, Chelsea Pecat Liam Rosenior
-
BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah
-
Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai
-
Bojan Hodak Minta Pemain Persib Bandung Jangan Panik, Kenapa?
-
Gelar Juara Mulai Goyang, Umuh Muchtar Wanti-wanti Persib Bandung
-
Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial
-
Teror Bobotoh Menanti, Gustavo Franca Pastikan Arema FC Siap Tantang Persib di GBLA
-
Persib Bandung Pantang Tersandung! Pesan Umuh Muchtar Jelang Lawan Arema FC
-
Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas